Unduh Aplikasi

Warga Papua di Langsa: NKRI Harga Mati

Warga Papua di Langsa: NKRI Harga Mati
Warga Papua foto bersama dengan Kapolres Langsa, Dandim 0104 Aceh Timur dan Ketua PSBL usai ngopi bareng di Polres Langsa.

LANGSA - Yanif Asso dan Bastian Kobepa warga Papua yang bergabung dalam club PSBL Langsa menyatakan NKRI harga mati meski daerah mereka sedang bekonflik dengan pemerintah indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Yanif Asso didampingi Bastian di depan Kapolres Langsa, Dandim 0104/Aceh Timur saat mereka ngopi bareng di Polres Langsa, Rabu (11/9).

Menurut Yanif Asso, konflik di papua terjadi karena diciptakan oleh oknum-oknum tertentu yang bermain dengan tujuan tertentu.

"Kami tahu situasi yang terjadi di Papua ada oknum-oknum tertentu yang bermain. Namun kami tetap satu tujuan yaitu untuk menimba ilmu hingga kembali ke Papua agar bisa membangun Papua lebih maju dan sejahtera. NKRI harga mati," imbuh Yanif Asso.

Pada kesempatan tersebut, Yanif Asso mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Langsa yang telah mengundang dirinya ngopi bareng dengan Dandim 0104.

Sementara itu, Kapolres Langsa AKBP Andy Hermawan menyebutkan, pemuda asal Papua yang sedang bergabung dengan club PSBL Langsa sengaja diundang ngopi bareng guna menjalin silaturahmi.

"Ngopi bareng ini hanya sebatas menjalin silaturahmi dengan Pemuda Papua, dan selama berada di Langsa pemuda asal Papua itu akan dijamin keamanannya," sebut Andy Hermawan.

Andy Hermawan menyebutkan, Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI, sama dengan daerah-daerah lain yang ada di Indonesia.

"Oleh karena itu, dengan acara ngopi bareng antara warga Papua yang kebetulan sedang memperkuat team sepak bola PSBL Langsa, diharapkan dapat lebih mempererat silaturahmi anak bangsa yang ada di negara tercinta ini," kata Andy Hermawan.

Ditempat yang sama, Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Czi Hasanul Arifin Siregar mengapresiasi acara yang digagas Polres Langsa dalam rangka merajut kebersamaan dalam Kebhinekaan.

Menurutnya, kegiatan itu merupakan kegiatan yang positif dalam rangka menjalin komunikasi dengan warga Papua yang ada di Langsa. Ia berharap, kegiatan tersebut disambung terus dan tidak hanya dalam event-event tertentu saja.

Dandim juga berpesan untuk mewaspadai beredarnya hoax terkait isu Papua. Pasalnya, berita hoax yang disampaikan berulang-ulang sangat berbahaya.

“Sebagai generasi muda harus bijak saat menggunakan media sosial. Informasi yang diterima harus disaring terlebih dahulu sebelum dibagikan di medsos, jangan sampai informasi yang menyesatkan justru membuat salah langkah dalam berbuat,” kata Dandim.

Komentar

Loading...