Unduh Aplikasi

Warga Keluhkan Pelayanan RS Arun

Warga Keluhkan Pelayanan RS Arun
RSU Hospital Aru

LHOKSEUMAWE - Warga Lhokseumawe keluhkan pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) Arun, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe terhadap pasien BPJS.

Warga gampong Paloh Punti, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Saini yang merujuk anaknya ke Rumah Sakit itu karena menderita deman tinggi dan diare menyebutkan kamar tempat anaknya dirawat itu sangat bau sehingga dia meminta kepada petugas agar anaknya dipindakan ke ruangan lain, namun tidak digubris.

Dia menyebutkan, selama dalam ruang rawat inap itu anaknya muntah-muntah karena tidak tahan dengan aroma tersebut.

Lantaran tidak mendapat respon baik, Saini mengaku sempat menanyakan siapa kepala ruangan kamar tempat anaknya dirawat, tapi petugas tersebut menjawab tidak tahu.

“Keberatan saya karena dalam kamar anak saya inap tercium aroma bau busuk sangat luar biasa, sehingga saya minta solusi dan petunjuk kepada petugas piket hari itu, namun sungguh kecewa saya atas jawaban petugas RS itu,” kata Saini di RS kepada AJNN, Sabtu ( 13/7) sore.

Kata Saini, karena belum mendapat jawaban dan kepastian terhadap solusi tersebut, dirinya kembali menghampiri petugas itu, dan kembali bertanya terkait siapa pihak rumah sakit yang harus Ia jumpai terkait kondisi kamar itu.

“Kemudian petugas itu dengan menyuruh saya bertanya terkait masalah tersebut kepada petugas kebersihan RS, sempat membuat saya hampir kesal dan emosi tapi saya berusaha sabar,” aku Saini dengan nada kesal.

Ternyata pengalaman pahit itu tidak hanya dirasakan Saini saja, beberapa pasien BPJS lain yang dirujuk untuk mendapatkan perawatan rawat inap di RS itu juga mengaku tidak mendapat pelayanan maksimal.

“Kita berharap, ke RS ini bisa mendapatkan penanganan secepatnya, tapi saat kita sudah dirawat kadang harus menunggu ditangani dokter sampai esok hari. saya pikir hanya saya yang mengalami hal itu. Namun beberapa pasien yang dirawat disini juga mengaku mengeluh hal sama,” katanya.

Menanggapi keluhan itu, Direktur RS Hospital Arun, dr. Syahruddin Ibrahim kepada AJNN mengatakan, terkait pelayanan RS kurang maksimal terhadap pasien sejauh ini pihaknya mengaku sedang berusaha dengan semampu mereka. Terutama yang berhubungan dengan fasilitas dan pelayanan secara bertahap sudah mereka perbaiki.

Syahruddin menyebutkan, pelu diketahui gedung ini merupakan gedung sudah sangat lama dengan kondisi bangunan hampir 40 tahun. Malah dari total 126 kamar rawat inap yang dimiliki, sebahagian gedung ini dulunya merupakan mes karyawan PT Arun.

“Ini adalah bangunan lama bukan seperti gedung hospital modern, sehingga kondisi tersebutlah yang membuat banyak sekali keterbatasan fasiitas. Terutama sekali terkait saluran reol dan sanitasi yang tidak memiliki penampung hingga kerap menimbulkan bau tidak sedap di beberapa kamar rawat inap pasien,” jelas Syahruddin.

Dirinya mengakui bila terkait fasilitas di RS yang dipimpinya masih kurang dalam memenuhi pelayanan terbaik untuk masyarakat, dan itu sedang diperbaiki, seperti halnya sanitasi serta dan beberapa hal lainnya, menyangkut fasilitas dan pelayanan.

Dikatakan dr. Syahruddin status RS itu sendiri saat ini dibawah pegawasan Kementrian Keungan Negara yang dikelola perusahaan daerah Pemerintah Kota Lhokseumawe, dengan masa transisi pasca peralihan Yayasan PT Arun tiga tahun beroperasi.

“Kita tidak memiliki dana khusus untuk biaya rehab, dan itu kita lakukan secara bertahap dengan menyisihkan sedikit-sedikit dari dana rawat pasien yang diperoleh rumah sakit,” sebutnya.

Terkait keterbatasan saat ini dia berharap ada perhatian khusus dari dalam memperbaiki. Saat disinggung terkait apakah ada kucuran dana dari BPJS untuk operasional bagi RS Arun. Ia mengaku untuk kucuran dana khusus tidak ada, yang ada fifofersis, bila ada pasien BPJS yang dirawat dan layani pihak BPJS akan membayar.

“Jadi tidak ada dana yang bersifat khusus, hanya dana pasien yang kita tangani atau rawat saja yang kita claim ke BPJS, dan dana tersebut sudah mencangkup semua keperluan RS. Baik itu gaji pekerja, pengamanan fasilitas, dokter spesialis serta obat- obatan,” pungkas Syahruddin.

HUT RI 74 - Pemkab Aceh Jaya
Idul Adha - Bank Aceh
Ubudiyah PMB 2019

Komentar

Loading...