Unduh Aplikasi

Walkot Minta Dinas Terkait Buka Posko Penanganan Pendidikan bagi Santri Dayah AN

Walkot Minta Dinas Terkait Buka Posko Penanganan Pendidikan bagi Santri Dayah AN
Kabag Humas Pemko saat berada di Posko penanganan bagi satri di Muara Dua.

LHOKSEUMAWE- Pasca terbongkarnya kasus pelecehan seksual yang dilakukan pimpinan dan guru pasantren terhadap puluhan murid didiknya. 300 lebih santri berbagai tingkat terancam putus pendidikan karena terhentinya proses kegiatan belajar mengajar lantaran pesantren tersebut dibekukan.

Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya melalui Kabag Humas Muslem memerintahkan dinas terkait maupun lembaga penanganan traumatik bagi anak untuk membuka posko penangan pendidikan dan trauma heling.

"Benar ada 300 ratus lebih santri didik di Pasantren AN, terhenti mengikuti proses belajar mengajar karena status pesantren dibekukan dinas terkait," kata Kabag Humas Pemko Lhokseumawe, Muslem, Jumat (12/7).

Dirinya menyebutkan, selain membuka posko penanganan bagi kelanjutan pendidikan 300 santri yang terancam tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar. Walikota Suadi Yahya, juga minta dinas terkait maupun lembaga pemulihan trauma untuk menangani korban.

Dikatakan Muslem, pembekuan atau penutupan pasantren Dayah AN di Kecamatan Muara Dua itu, selain karena keterlibatan pimpinan dan tenaga mengajar, juga sedang dilakukan proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

"Kita juga meminta bantuan polisi untuk memblokir rekening atas nama lembaga pasntren An-Nahla di BNI Syariah Kota Lhokseumawe, ditutup sementara waktu hingga proses hukum selesai dulu," harapnya.

Muslem menambahkan, Pemerintah juga telah membentuk tim khusus yang terdiri dari Dinas Pendidikan, Syariat Islam, Dinsos dan Dinas Kesehatan untuk terus mrngontrol dan menfasilitasi segala sesuatunya menyangkut kesinambungan pendidikan santri.

HUT RI 74 - Pemkab Aceh Jaya
DPRA - Pemkab Aceh Jaya
Idul Adha - Bank Aceh
Ubudiyah PMB 2019

Komentar

Loading...