Debat Kandidat, Walhi Nilai Zaini Abdullah Komit Jaga Lingkungan

·
Debat Kandidat, Walhi Nilai Zaini Abdullah Komit Jaga Lingkungan
BANDA ACEH - Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Aceh menilai, dari enam pasangan calon Gubernur Aceh yang mengikuti debat kandidat, kemarin malam, hanya pasangan Zaini Abdullah dan Nasaruddin yang berkomitmen melindungi dan peduli lingkungan.
 
"Kandidat lainnya tidak mempunyai agenda lingkungan hidup yang konkrit. Kami bukan tim sukses Zaini Abdullah, tapi kami menilai dari debat kandidat. Zaini Abdullah adalah cagub yang berkomitmen menjaga lingkungan," kata Direktur Eksekutif Walhi Aceh, Muhammad Nur kepada AJNN, Jumat (23/12).
 
Kata M Nur, saat Zaini Abdullah menjawab pertanyaan terkait  bencana menjadi hal penting yang harus diperbaiki, dirinya menjawab salah satunya adalah melakukan perbaikan lingkungan hidup.
 
Selain itu, kata Nur, komitmen ditunjukkan dengan berbagai program selama menjabat sebagai Gubernur Aceh, seperti melakukan moratorium penebangan hutan dan tambang. Kedua hal itu, kata Nur, dilakukan untuk mendorong perbaikan tata kelola sumber daya alam Aceh.
 
Nur menegaskan, komitmen seorang kandidat terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting yang menjadi dasar penilaian masyarakat sebelum menentukan pilihan pada Pemilihan Kepala Daerah Aceh 2017. Karena ini adalah visi dan misi yang akan dituangkan dalam rencana pembangunan Aceh secara menyeluruh selama lima tahun ke depan.
 
"Malam itu jelas terlihat kandidat yang bener-benar berkomitmen dan tahu cara melindungi alam Aceh dari kerusakan," kata Nur.
 
Nur juga mengkritik sikap kandidat yang hanya memikirkan dampak bencana, terutama banjir dan longsor, ketimbang melihat aspek penyebab bencana terjadi. Padahal, dengan menjaga luas tutupan Aceh, banyak daerah yang akan terlindungi dari bencana tahunan, seperti yang terjadi di timur-utara Aceh dan barat-selatan Aceh.
 
Nur menjelaskan bencana yang terjadi selama ini akibat campur tangan manusia yang merusak dan terus menggerogoti hutan. Membuka lahan sawit dan ladang tambang untuk mengeruk keuntungan. Padahal sebagian besar pemiliknya adalah orang-orang di luar Aceh. 
 
Namun dampak yang ditimbulkan dari dua aktivitas ekonomi itu sangat menyengsarakan rakyat Aceh. "Tidak cukup hanya menyalahkan hujan dan debit air yang cukup tinggi. Alam ini memiliki keseimbangannya sendiri. Ini juga bukan perkara siap atau tidak siap. Bukan pula pola respons, tetapi bagaimana kemudian bencana ini tidak terus berulang di masa mendatang. Itu yang penting. Dan Zaini memahami benar permasalan ini dan menawarkan kita solusi lebih baik dalam mencegah bencana akibat ulah manusia ini,” kata Nur.
 
Zaini Abdullah kembali mempertegas komitmennya untuk menjaga lingkungan dengan melanjutkan moratorium pertambangan. Hal ini dilakukan menjelang masa cuti masa kampanye sebagai Gubernur Aceh. Abu Doto--sapaan Zaini Abdullah--mengelurkan Instruksi Gubernur Nomor 9 Tahun 2016 yang akan berakhir pada 2017.
 
"Komitmen kami adalah melanjutkan moratorium tambang, sawit, dan menentang penebangan hutan," kata Zaini membacakan visi-misi dalam debat kandidat yang dilaksanakan oleh KIP Aceh. 
HUT Abdya ke 15

Komentar

Loading...