Unduh Aplikasi

Wakil Ketua DPRK Aceh Jaya: Panitia Perahu Dayung Tak Profesional

Wakil Ketua DPRK Aceh Jaya: Panitia Perahu Dayung Tak Profesional
Terlihat perahu Banda Aceh yang memasuki jalur lintasan perahu Aceh Jaya dan menabraknya. Foto: Suar

ACEH JAYA - Wakil Ketua DPRK Aceh Jaya T. Asrizal ikut berkomentar terkait ketidakadilan dewan juri pada lomba perahu dayung yang turut diperlombakan di Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke 7, Senin (13/8) yang berlangsung di Krueng Lamnyong, Banda Aceh.

Bahkan, peserta dari Aceh Jaya memutuskan untuk baikot dan tidak melanjutkan pertandingannya setelah pihak dewan juri mengatakan kejadian itu bukan merupakan salah satu kesalahan.

Kejadian itu bermula ketika peserta perahu dayung Banda Aceh yang memasuki jalur lintasan perahu dayung Aceh Jaya, dan menabraknya, hingga menghalangi perahu dayung Aceh Jaya untuk mencapai garis finis.

Baca: Panitia Curang, Aceh Jaya Baikot Lomba Perahu Dayung

Anehnya, panitia tidak mengganggap itu sebuah kecurangan. Padahal dalam tehnikal meeting pada tanggal 6 Agustus lalu, panitia lomba sudah berjanji akan menyiapkan garis lintasan setiap jalur perahu, namun nyatanya tidak ada garis lintasan tersebut.

Selanjutnya, di technical meeting terakhir sesaat sebelum pertandingan berlansung, tim juri sudah membuat komitmen dan menyatakan setiap perahu yang menabrak perahu lain atau memasuki lintasan perahu yang lain akan di diskualifikasi. Namun di lapangan komitmen itu diabaikan oleh pihak dewan juri.

T. Asrizal berang dengan sikap panitia yang tidak konsiten. Ia atas nama pimpinan DPRK Aceh Jaya menyatakan protes keras atas ketidakadilan tersebut. Panitia dinilai tidak profesional dalam bekerja.

"Kami protes keras atas ketidakadilan serta tidak profesionalnya panitia lomba perahu dayung,” kata T. Asrizal kepada AJNN, Senin (14/8).

Dengan insiden tersebut, kata Asrizal, peserta yang mewakili Aceh Jaya sangat dirugikan. Ia meminta agar panitia perahu dayung pada PKA-7 untuk dievaluasi karena patut diduga hal ini memang sengaja dilakukan untuk kepentingan tertentu.

“Kucuran dana pada PKA ke 7 cukup besar, tapi sayang tidak dibarengi dengan panitia yang profesional,” tegas Asrizal.

Komentar

Loading...