Wacana Modifikasi Hukum Cambuk, Pimpinan Dayah Ingatkan Irwandi Yusuf

Wacana Modifikasi Hukum Cambuk, Pimpinan Dayah Ingatkan Irwandi Yusuf
Pelaksanaan hukuman cambuk di Aceh. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Pimpinan Dayah Darul Mujahidin, Tgk Muslim At Thahiry menolak rencana modifikasi hukuman cambuk di Aceh, karena hukum Allah bukan untuk dimodifikasi dan bukan untuk dikotak katik.

"Kami harapkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Wali Nanggroe tidak perlu takut dengan ancaman asing, tapi takutlah kepada murka Allah, tidak perlu khawatir investor tak mau investasi di Aceh," kata Tgk Muslim At Thahiry, Jumat (14/7).

Selain itu, ia mengingatkan kalau Gubernur Aceh dan Wali Naggroe digaji menggunakan untuk rakyat, bukan pemberian kafir asing.

"Kami mengajak Gubernur Irwandi dan Wali Nangroe dekat dengan ulama dan minta pendapat para ulama. Kami rakyat sudah bosan dan sudah capek mendengar berita tentang masuk investor dari semenjak MoU Helsinki, tapi sampai hari ini cuma mimpi di siang bolong," ujarnya.

Baca: Irwan Djohan Sebut Irwandi Yusuf Penggagas Modifikasi Hukum Cambuk

Dirinya juga meminta kepada Pemerintah Pusat untuk tidak mengatakan Aceh tidak aman. Karena apabila dibandingkan dengan Provinsi Sumatera Utara, Aceh termasuk provinsi paling aman.

"Aceh sangat aman dibandingkan daerah lain, coba lihat Kota Medan, Sumatera Utara, banyak perampok, pembunuhan, pencurian, dan pemerkosaan. Kalau Aceh Alhamdulillah tidak banyak perampok, pencuri, kenapa Aceh dibilang selalu tidak aman. Kenapa Syariat Islam disalahkan, kenapa hukum cambuk mau dimodifikasi," jelasnya.

Sail Sabang 2017 Humas Provinsi Aceh
MTQ XXXIII 2017
data-ad-format="auto">

Komentar

Loading...