Unduh Aplikasi

Unsyiah Kembali Luluskan Doktor Termuda

Unsyiah Kembali Luluskan Doktor Termuda
Foto: Humas PPS Unsyiah

BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala melalui Ujian Promosi Doktor Program Pasca Sarjana yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng kembali meluluskan doktor termuda atas nama Mukramah. Hal ini disampaikan dalam berita acara yang dibacakan oleh Rektor Unsyiah di Ruang Balai Senat Unsyiah. Saat keputusan tersebut, Mukramah berusia 27 tahun, 2 bulan, 16 hari. (Darussalam, 26/8).

Mukramah berhasil memecahkan rekor lulusan sebelumnya yaitu Syawaliah kelahiran Cot Tupah pada 27 April 1991. Keduanya lulus di hari yang sama dan berhasil meraih predikat cumlaude. Sebelum itu, pada 23 Juli 2019 lalu Unsyiah juga telah meluluskan doktor muda bernama Agung Setia Batu Bara yang lulus di usia 28 tahun, 9 bulan dan 22 hari.

Dalam sidang tersebut, Mukramah berhasil mempertahankan penelitiannya dengan judul desertasi: Pengembangan Membran Hidrofilik Menggunakan Aditif [2-(Methacryloyloxy Ethyl Phosphoryl Cloline/Brij/Nanosilika Secara Non-Solvent Induced Phased Separation”. 

Hasil penelitiannya tersebut memiliki beberapa keterbaharuan (novelty) yaitu memodifikasi membrane dengan penggunaan nano-silika berbasis abu sekam padi sebagai membrane modifiying agent, memodifikasi  membrane dengan penggabungan aditif organic dan anorganik dalam rangka memproduksi membrane hidrofilik.

Dan penggunaan aditif gabungan menghasilkan membrane dengan peningkatan permeabilitas air, sifat hidrofilisitas dan sifat mekanik membran. Selain itu, membrane yang dihasilkan juga memiliki ketahanan fouling yang tinggi.

“Mukramah berhasil meraih nilai 87,71 atau katagori A dengan nilai IPK 3,95 sehingga berhak lulus dengan status cumlaude,” ucap Rektor.

Mukramah lahir di Banda Aceh pada 10  Juni 1992. Ia lulus di MIN Suka Makmur pada tahun 2003, lalu lulus di SMP Negeri 1 Gandapura tahun 2006 dan lulus di SMA Negeri 2 Lhokseumawe tahun 2009. Mukramah kemudian melanjutkan studi S1 nya di Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Unsyiah.

 Setelah lulus, ia berhasil meraih beasiswa pada  program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Unsyiah. Lalu menyelesaikan program doktornya di Program Studi Ilmu Doktor Ilmu Teknik Program Pasca Sarjana Unsyiah.

Rektor mengatakan, keberhasilan Mukramah meraih doktor di usia yang masih sangat muda ini, diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya. Bagaimana masa muda dimanfaatkan untuk sungguh-sungguh belajar dengan menempuh pendidikan.

“Gelar doktor ini juga kita harapkan bisa memberikan konstribusi yang positif bagi masyarakat,” ucap Rektor.

Selain itu, Rektor menilai keberhasilan Mukramah ini merupakan sebuah pencapaian yang patut disyukuri. Hal ini juga menandakan bahwa Unsyiah berhasil menjalankan program PMDSU nya dengan baik.

“Sebab melalui beasiswa ini Unsyiah bisa memiliki doktor di usia yang muda. Dan kita juga menargetkan bisa lahir doktor di usia 25 tahun,” ucap Rektor.

Rektor juga mengungkapkan bahwa Unsyiah berencana akan memanggil para doktor terbaik lulusan luar negeri dengan publikasi terbanyak untuk mengajar di Unsyiah, sehingga mutu pendidikan di Unsyiah bisa menjadi lebih baik dan Unsyiah menjadi kampus yang disegani pada level nasional maupun Asia.

Adapun yang menjadi penguji pada sidang tersebut adalah Ketua Sidang/Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng, Sekretaris Sidang/Direktur PPs Unsyiah Prof. Dr. Ir. Darusman, M.Sc, Promtor/Penguji Prof. Dr. Nasrul, ST, MT Ko-Promotor I Prof. Dr. Ir. Medyan Riza, M.Eng, Ko-Promotor II Dr. Sri Mulyati, ST. M.T,, Penelaah Ahli Prof. Dr. Ir. Husni Husin, M.T dan Prof. Dr. Ir. Sri Aprilia, M.T, Penguji dari Utusan Senat Unsyiah Prof. Dr. Marwan, dan Penguji Luar Prof. Zuchra Helwani, ST.,MT.,Ph.D.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin
HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...