Unduh Aplikasi

Tolak PT EMM, Mahasiswa Unjukrasa ke Kantor Gubernur dan DPR

Tolak PT EMM, Mahasiswa Unjukrasa ke Kantor Gubernur dan DPR
Mahasiswa yang menamakan diri Korp Barisan Pemuda Aceh (BMA) saat berunjukrasa di Kantor DPR Aceh di Banda Aceh, Senin (15/10).Foto: AJNN/Rahmat Fajri.

BANDA ACEH - Seratusan mahasiswa yang menamakan diri Korp Barisan Pemuda Aceh (BMA) berunjukrasa di Kantor Gubernur dan DPR Aceh, Banda Aceh pada Senin (15/10). Mereka menuntut Pemerintah menolak dan mencabut izin operasional PT Emas Mineral Murni (PT EMM).

Dalam aksinya mahasiswa menilai kehadiran PT EMM akan berdampak buruk bagi ekosistem dan lingkungan di kawasan Beutong, Nagan Raya dan Pegasing di Aceh Tengah.

Mahasiswa mendesak Izin Usaha Pertambangan PT EMM seluas 10000 hektare sebagaimana dikeluarkan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dicabut.

“Meminta kepada Kementerian ESDM mencabut izin usaha pertambangan operasi produksi PT EMM dan meminta kementerian hidup dan kehutanan membatalkan AMDAL PT EMM,” kata Sutrisno.

Massa juga meminta Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) membentuk Panitia Khusus (Pansus) dan berdiri bersama masyarakat untuk menolak segala jenis pertambangan di wilayah Beutong Nagan Raya. “Aceh terus menerus ditindas, kami dengan tegas menolak kehadiran PT EMM,” teriak Sutrisno.

Aksi yang berlangsung di depan Kantor Gubernur Aceh dan gedung DPRA di Jalan Teuku Daud Bereueh tersebut mendapat pengawalan ketat puluhan aparat keamanan dari kepolisian dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sebelum mendatangi kedua kantor tersebut, massa mahasiswa juga menyuarakan aspirasinya di Bundaran Simpang Lima.

Aksi yang berlangsung sekitar 3 jam tersebut berlangsung tertib. Mahasiswa membubarkan diri setelah membacakan pernyataan sikapnya.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin

Komentar

Loading...