Unduh Aplikasi

Tolak Harga Pertalite Dinaikkan, Mahasiswa Minta Premium Dikembalikan

Tolak Harga Pertalite Dinaikkan, Mahasiswa Minta Premium Dikembalikan
Mahasiswa saat menyampaikan orasi tolak kenaikan harga BBM Pertalite. Foto: Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Puluhan mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Pembela Rakyat (AMPER) mengkritisi kebijakan Pemerintah Pusat yang telah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite Rp 200 per liter.

Penolak kebijakan Pemerintah Pusat itu dilakukan mahasiswa dengan menggelar aksi di Simpang Lima Banda Aceh, Geudong DPRA dan Kantor Pertamina Aceh, Rabu (28/3).

Koordinator Aksi, Alfian Rinaldi mengatakan kebijakan pemerintah ini sangat tidak berpihak kepada rakyat, karena dengan naiknya harga BBM, maka semua kebutuhan pokok secara otomatis ikut melontarkan, akibatnya ekonomi masyarakat semakin terpuruk.

"Kami mengingatkan pemerintah jangan semena-mena mengambil kebijakan menaikkan harga BBM," kata Alfian Rinaldi.

Alfian menyebutkan, harga Pertalite saat ini sudah mencapai Rp 7.800 per liter, yang dinaikkan secara diam-diam sebesar Rp 200 dari harga sebelumnya Rp 7.600 per liter.

Dengan alasan tersebut, mereka meminta Pemerintah Pusat segera menurunkan harga Pertalite sehingga ekonomi rakyat tetap stabil karena tidak terbeban akibat harga kebutuhan pokok yang melonjak tinggi.

"Kami menolak kenaikan harga Pertalite, turunkan BBM," ujarnya.

Tak hanya itu, para mahasiswa juga mendesak Pemerintah Pusat untuk mengedarkan kembali BBM jenis Premium yang sudah sangat langka. Sehingga masyarakat mempunyai alternatif dalam menggunakan BBM.

"Kembalikan Premium kami, kembalikan Premium kami," teriak salah seorang orator.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin

Komentar

Loading...