Ucapan Idul Fitri PLN
Topik

Tokoh Ulama Minta Lampion Milik Tionghoa di Langsa Diturunkan

·
Tokoh Ulama Minta Lampion Milik Tionghoa di Langsa Diturunkan
Lampion ketupat dan lampion teng lung dipasang sepanjang jalan Iskandar Muda. Foto: Asrul

LANGSA - Tokoh Ulama Kota Langsa, Tgk Syech Muhajir Usman meminta kepada pihak berwenang agar menurunkan lampion merah yang dipasang oleh Pangayuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) di sepanjang jalan Iskandar Muda atau tepatnya di toko belakang Kota Langsa.

"Itu merupakan simbol kekafiran, karena lampion warna merah tersebut digunakan oleh warga Tionghoa untuk mengambil berkat dari tuhan mereka (warga Tionghoa-red)," kata Tgk Syech Muhajir kepada AJNN, Jumat (16/6) malam.

Baca: Sambut Idul Fitri, Warga Tionghoa Pasang Lampion Ketupat

Jadi untuk menyelamatkan Islam, sambung Tgk Syech Muhajir, umat muslim wajib membenci simbol kekafiran. Kalau warga Tionghoa ingi memasang lampion, cukup dipasang di rumah masing-masing.

"Simbol kekafiran cukup berbahaya, jadi tidak boleh dianggap sepele. Lampion merah ada kepercayaan agama warga Tionghoa diwarnanya," kata Tgk Syech Muhajir yang juga Pimpinan Dayah Darul Huda Kota Langsa itu.

Oleh karena itu, Tgk Syech Muhajir menolak lampion dipasang di tempat umum, karena itu berkaitan dengan kepercayaan agama tertentu dan bukan budaya.

‎Tgk Syech Muhajir menuding lampion merah tersebut diberi izin dipasang di Kota Langsa, karena Wali Kota Langsa tidak ada tim asistensi ulama, makanya sering terjadi benturan yang tidak perlu.

"Intinya, selama ini pelaksanaan penegakan syariat yang digalakkan oleh Pemerintah Kota Langsa tidak pernah ada koordinasi dengan ulama," kata Dosen IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa itu.

Ucapan Idul Fitri Pemkab Pidie Jaya
Ucapan Selamat BPMA
HUT Pidie Jaya 10 Tahun

Komentar

Loading...