Unduh Aplikasi

Tokoh Pemuda Pidie Desak Pemerintah Perjuangkan Nasib Guru Honorer K2

Tokoh Pemuda Pidie Desak Pemerintah Perjuangkan Nasib Guru Honorer K2
Tokoh Pemuda Pidie, Zulkifli. Foto: Ist

BANDA ACEH - Salah seorang tokoh Pemuda Pidie Zulkifli memberi dukungan kepada ratusan tenaga guru honorer K2 (katagori dua) yang mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Senin (24/9).

Doly--sapaan Zulkifli--mengatakan aksi yang dilakukan oleh tenaga honorer K2 menuntut adanya pengangkatan lantaran selama ini tidak mendapatkan gaji dan tunjangan yang layak harus segera dicarikan solusi oleh pemerintah setempat.

“Pemerintah Pidie harus mencari solusi untuk memprioritaskan guru honorer K2 yang ada di Pidie. Jangan ketika kampanye saja berjanji memperjuangkan nasib tenaga K2, kasian guru-guru kita,” kata Doly kepada AJNN.

Padahal, kata Doly, para tenaga honorer tersebut telah mengabdi selama bertahun-tahun bahkan hingga di daerah yang sulit terjangkau sekalipun. Perjuangan mereka untuk mendidik generasi penerus bangsa harus dihargai oleh pemerintah.

“Bupati jangan tutup mata, carikan solusi secepat mungkin. Yang diinginkan mereka adalah penghargaan terhadap pengabdian mereka, malah jika dilihat di lapangan, beban ngajar mereka lebih banyak dibandingkan guru PNS,” ungkapnya.

Baca: Ratusan Guru K2 di Pidie Datangi DPRK

Doly yang juga Ketua Alumni Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Jabal Ghafur Pidie mengungkapkan tenaga pengajar seperti guru honorer K2 harus dipertahankan oleh Pemkab Pidie dan segera diperjuangkan untuk menjadi PNS.

“Mereka tidak digaji saja rela mengabdi selama bertahun-tahun, apalagi setelah diangkat jadi PNS nanti, makanya bupati tidak boleh tutup mata. Sekarang usia mereka terus bertambah, kalau tidak segera diambil keputusan, sangat disayangkan sudah sangat lama bertahan dan mereka belum mendapatkan pekerjaan yang lebih layak,” kata Doly yang juga mantan Sekjen PEMA Unigha itu.

Ia mengungkapkan total keseluruhan guru honorer K2 mulai dari jenjang pendidikan tingkat Paud, TK, SD, SMP dan Tenaga SDM di Pidie mencapai 557 orang.

“Ini sangat sedikit kalau dibandingkan dengan daerah lain, sangat disayangkan jika penerimaan CPNS yang lulus bukan dari guru K2 yang telah mengabdi sudah sejak lama,” kata Doly yang juga Caleg DPRK Pidie dari Dapil 1 nomor urut 5.

Komentar

Loading...