Tim Pemenangan Toke Suum Dituding Gadai Masjid untuk Biaya Pilkada

Tim Pemenangan Toke Suum Dituding Gadai Masjid untuk Biaya Pilkada
ilustrasi. Foto: Net

LANGSA - Tim pemenangan pasangan Usman Abdullah-Marzuki Hamid (UMARA) dituding menggadaikan Masjid Matang Seulimeng untuk biaya pilkada 2017 lalu.

Dugaan penggadaian tempat ibadah tersebut dibongkar salah seorang warga Aceh Tamiang Rizki Romiza yang mengaku ada tim pemenangan Wali Kota Langsa terpilih meminjam uang kepadanya sebesar Rp 450 juta untuk menebus surat masjid yang digadaikan kepada seorang perempuan di Medan, Sumatera Utara.

"Pada bulan Januari 2017 lalu koordinator tim pemenangan UMARA  berinisial AA alias WK meminta pinjam uang sebesar Rp 450 juta dari saya. Uang tersebut katanya mau digunakan untuk menebus surat masjid yang digadaikan Ketua tim UMARA berinisial NI alias NK kepada warga Medan," kata Rizki Romiza kepada AJNN, Senin (9/10).

Menurut pengakuan AA alias WK kepada Rizki Romiza, surat Masjid Matang Seulimeng digadaikan kepada seorang perempuan bernama Ingan di Medan sebesar Rp 430 juta. Uang dari penggadaian masjid itu digunakan untuk belanja alat perlengkapan kampanye Wali kota Langsa terpilih.

Rizki Romiza mengaku kesal dengan tingkah AA alias WK. Pasalnya saat ditagih hutang Rp 450 juta yang dipinjamnya selalu mengulur-ngulurkan waktu dan terkesan menghindar.

Padahal kata Rizki, koordinator pasangan UMARA berinisial AA alias WK telah berpesan ‎kepadanya agar tidak membocorkan penggadaian tempat ibadah tersebut, karena jika masyarakat tahu akan menjadi aib yang memalukan, apalagi uang yang dipinjam tersebut kena bunganya Rp 30 juta per bulan kepada yang memegang surat masjid di Medan.

"Tapi yang bersangkutan tidak membayar utang saya‎ hingga hari ini," kata Rizki kesal.

Rizki Romiza mengaku sudah pernah menjumpaiToke Suum--sapaan Usman Abdullah--untuk menanyakan perihal utang‎ tersebut. Namun Wali Kota mengatakan utang-piutang tersebut bukan urusan dirinya, tapi urusan AA alias WK dan NI alias NK.

"Mengenai utang-piutang tersebut urusan AA dan NI," kata Rizki Romiza mengutip jawaban Wali Kota Langsa.

Rizki Romiza meminta kepada AA ‎agar perihal utang-piutang tersebut segera diselesaikan. Jika dalam waktu dekat tidak ada niat baik, Rizki akan menggiring kasus tersebut ke ranah hukum.

"Bila dalam waktu satu minggu uang saya tidak dikembalikan, maka saya akan melapor penipuan terhadap saya ini kepada pihak penegak hukum atau pihak berwajib," ancam Rizki Romiza seraya menyebutkan bukti-bukti waktu proses utang-piutang masih disimpannya.

Sementara itu, AA alias WK yang dihubungi AJNN membenarkan dirinya ada meminjam uang Rp 450 juta kepada Rizki Romiza. Menurut pengakuan dia, utang tersebut sudah diselesaikan beberapa waktu lalu.

"Masalah utang-piutang saya denga dia (Rizki-red) sudah selesai. Saya sudah jual rumah kepada dia seharga Rp 650 juta dan suratnya sudah ditangan Rizki," kata AA.

Dia menjelaskan, Rizki sudah sepakat membeli rumah dirinya seharga Rp 650 juta pada Sabtu (7/10) lalu dengan catatan hanya membayar Rp 200 juta setelah dipotong hutang Rp 450 juta.

"Kenapa dia (Rizki-red) masih menuntut utang," tanya AA.

Saat ditanya apa benar uang yang dipinjam Rp 450 untuk menebus surat masjid yang telah digadai. AA membantah tudingan tersebut.

"Tidak benar uang yang saya pinjam untuk menebus surat Masjid," kilahnya tanpa menjelaskan untuk apa uang yang dipinjamnya itu.

Sementara Ketua tim pemenangan UMARA, NI alias NK yang dihubungi juga membantah telah menggadaikan surat masjid. Menurutnya tudingan tersebut fitnah.

"Coba kita pikirkan secara rasional, ada tidak yang mau menerima gadai surat ‎masjid, itukan sama saja seperti kita gadaikan kuburan mana mau orang," katanya.

NI mengaku tidak pernah menerima uang Rp 450 juta dari koordinatornya AA. "Mungkin uang yang dipinjam tersebut untuk keperluan AA pribadi," kata NI alias NK.

data-ad-format="auto">

Komentar

Loading...