Unduh Aplikasi

Tim Gabungan Tangkap Tahanan yang Kabur dari Lapas Bener Meriah

Tim Gabungan Tangkap Tahanan yang Kabur dari Lapas Bener Meriah
Syaifuddin, tahanan yang berhasil ditangkap kembali. Foto: Ist

BENER MERIAH - Tim gabungan terdiri dari Sipir Lapas Kelas II B Bener Meriah dibantu Sat Reskrim dan Sat Narkoba Polres Setempat menangkap satu tahanan yang kabur dari Lapas Kelas II B Bener Meriah, Selasa (14/5) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Kapolres Bener Meriah AKBP Fahmi Irwan Ramli melalui Kasat Reskrim Iptu Wijaya Yudi Stira Putra kepada AJNN, Rabu (15/5) mengatakan, tahanan yang berhasil ditangkap tersebut adalah Syaifuddin (36), warga Desa Teupin, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

"Syaifuddin adalah tahanan Kejaksaan dalam perkara (kasus) narkotika. Dia ditangkap saat sedang berjalan dan melintas di jalan Bandara Rembele dengan tujuan ke simpang empat PDAM," kata Iptu Yudi.

Saat ditangkap, Syaifuddin dalam keadaan kelelahan dengan kondisi lemas karena terus berjalan usai kabur dari Lapas.

"Saat ini yang bersangkutan telah dibawa kembali ke Rutan Kelas II B Bener Meriah guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut, setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Muyang Kute untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan," ujar Iptu Yudi.

Tim Gabungan, kata Iptu Yudi, hingga saat ini masih memburu dua tahanan lain yang belum ditemukan. Dua tahanan tersebut adalah Suryadi (40), warga Desa Lindung Bulen II, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah, status tahanan Pengadilan Negeri BM dalam Perkara Perampasan /Perlindungan Anak.

Kemudian Abdul Hafid (35), warga Desa Blang Dalam, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireun, status : tahanan titipan Kepolisian dalam perkara TP. Narkotika.

Seperti diketahui, kata Iptu Yudi, Lapas Kelas II B Bener Meriah dibobol pada Selasa (14/5) sekitar pukul 11.00 WIB, akibatnya empat tahanan berhasil kabur.

"Satu tahanan atas nama Halida Gayo narapidana kasus narkotika berhasil ditangkap kembali pada hari kejadian bobolnya Lapas," kata Iptu Yudi.

Dari hasil introgasi terhadap tahanan yang berhasil ditangkap, mereka melarikam diri dengan cara memotong jeruji besi lubang angin kamar mandi menggunakan gergaji besi selama tujuh hari.

"Gergaji besi tersebut didapat oleh tahanan atas nama Syaifuddin penghuni kamar nomor 18 dengan cara mengambil milik pekerja yang sedang memperbaiki Rutan," ungkap Iptu Yudi.

Komentar

Loading...