Unduh Aplikasi

Tiga Pelaku Curanmor Yang Mengaku-ngaku Polisi Ditangkap

Tiga Pelaku Curanmor Yang Mengaku-ngaku Polisi Ditangkap
Tiga pelaku curanmor yang mengaku-ngaku polisi saat diamankan di Polres Langsa. Foto: Ist

LANGSA - Personil Sat Reskrim Polres Langsa menangkap tiga pelaku pencurian sepeda motor (curanmor). Komplotan ini saat menjalankan aksi curanmor selalu mengaku-ngaku polisi lalu mencari kesalahan korban.

Tiga pelaku curanmor tersebut yakni, DR (22) warga Desa Lhoek Medang Ara, HD (24) dan AS (24) warga Desa Seunebok Baru, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

Selain tiga pelaku curanmor tersebut, polisi juga menangkap seorang perempuan berinisial SH (24) warga Dusun 9 A Perumnas Asabri, Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Langkat, Provinsi Sumut. 

"Perempuan tersebut kami tangkap karena ikut berperan sebagai penadah sepeda motor hasil curian dari tiga pelaku curanmor itu," kata Kapolres Langsa AKBP Andy Hermawan melalui Kasat Reskrim Iptu Agung Wijaya Kusuma, Sabtu (10/8).

Dikatakan Kasat Reskrim, ke empat tersangka tersebut ditangkap dilokasi terpisah. Tiga tersangka masing-masing DR, HD, AS ditangkap di Kabupaten Aceh Tamiang, sedangkan SH ditangkap dirumahnya di Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Langkat.

"Modus operandi yang dilakukan oleh tiga pelaku pelaku curanmor saat melakukan aksinya dengan cara mengaku anggota Polisi untuk menakuti korban, lalu mencari-cari kesalahan para korbannya," jelas Kasat Reskrim.

Para pelaku curanmor itu beraksi di jalan sepi, daerah-daerah yang telah dijalankan aksi mereka di jalan lingkar PTPN I - Timbang Langsa, jalan SMP N 2 Langsa, dan di jalan Gampong Cinta Raja Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa.

Dari tiga lokasi itu, kata Kasat Reskrim, para pelaku curanmor itu telah berhasil melakukan curanmor sebanyak tiga kali. Selain merampas sepeda motor, mereka juga mengambil telepon genggam para korban.

Dirincikannya, pada tanggal 6 Juli 2019 pukul 21.30 WIB di jalan lingkar Gampong Timbang Langsa, Langsa Baro, pelaku DR, AS, HD dan AG masih DPO yang mengendarai sepmor Honda Sonic dan Honda Beat Streat, menyetop korban.

Korban mengendarai sepmor Honda Beat Warna biru putih nopol BL 3098 FW. Pelaku mengaku anggota Polisi mengancam korban, selanjutnya langsung merampas sepmor korban dengan alasan mau dibawa ke kantor Polisi.

"Pelaku menjual sepmor korban  melalui DY kini DPO seharga Rp 2,7 juta, dan masing-masing pelaku mendapatkan Rp 600 ribu. Sisanya Rp 300 ribu mereka gunakan membeli ID Sbobet (judi online)," ujarnya.

Pada tanggal 9 Juli pukul 23.00 WIB para pelaku kembali beraksi di jalan sunyi Desa Cinta Raja. Tersangka DR, HD, dan AR mengendarai sepmor Honda Sonic menyetop korban Rahmat Hidayat dan Raja, yang melintas dengan sepmor honda Beat nopol BL 4596 FAC.

Para pelaku menyetop sambil menggertak korban, dengan menuduh korban ngebut-ngebut  hampir menabrak mereka. Para pelaku itu lalu memaksa korban untuk pura-pura ikut ke Polsek

Seorang pelaku, timpal Kasat Reskrim, membawa sepmor korban dengan membonceng 1 korban, sedangkan seorang teman korban lainnya disuruh naik ke sepmor pelaku.

Dalam perjalanan, korban diturunkan di jalan sepi oleh para pelaku, dan bahkan pelaku juga ikut merampas Handhone milik kedua korban.

Selanjutnya pelaku menjual sepmor tersebut melalui SR kini DPO seharga Rp 2,9 juta. Uangnya mereka bagi tiga masing-masing mendapatkan keuntungan Rp 700 ribu, dan sisanya mereka belikan
ID Sbobet.

Sementara itu pada tanggal 22 Juli lalu pukul 23.30 WIB, di Jalan Lilawangsa SMP Negeri 2 Langsa, Gampong Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro, pelaku kembali merampas sepmor Honda Beat BL 3816 FAC korban masih pelajar.

Saat itu korban berdua yang sedang mengendarai sepmor Honda Beat itu, tiba-tiba dipepet dan diberhentikan di pinggir jalan oleh 2 pelaku yang mengendarai sepmor Honda Beat tanpa nopol.

Pelaku yang juga mengaku Polisi, meminta korban ikut dengan pelaku ke Polres dengan cara berboncengan menggunakan sepmor milik korban dan eepmor pelaku.

Sesampainya di jalan perkebunan kelapa sawit yang sunyi sekitar  Rumah sakit Cut Mutia PTPN-1 Kebun Baru, pelaku menyuruh korban dan temannya untuk turun dari sepmor sambil memukul korban.

Kemudian pelaku langsung kabur membawa sepmor Honda Beat milik korban. Pelaku lalu menjual sepmor Honda Beat kepada seorang penadah wanita berinisial SH di Brandan, Langkat, Sumut seharga Rp 2.850.000.

SH menjual kembali sepmor Honda Beat tersebut melalui Tmtemannya RN alamat Pangkalan Brandan, Langkat dan 2 pelaku bum diketahui indetitasnya kini DPO seharga Rp 4 juta.

Dari para komplotan ini, aparat kepolisian menyita barang bukti (BB) 3 unit sepmor, masing-masing Honda Beat warna hitam dan Honda Beat warna biru putih, serta  sepmor Honda Sonic warna hitam semuanya tanpa nopol yang dipakai pelaku untuk curanmor.

"Atas perbuatannya, mereka dipersangkakan melanggar Pasal 365 Jo 480 KUHP, tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan atau pertolongan jahat," ungkap Kasat Reskrim

 

HUT RI 74 - Pemkab Aceh Jaya
Idul Adha - Bank Aceh
Ubudiyah PMB 2019

Komentar

Loading...