Unduh Aplikasi

Tidak Ada Pencoretan Proyek Strategi Nasional di Aceh

Tidak Ada Pencoretan Proyek Strategi Nasional di Aceh
ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Pertengahan Juli 2018, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden nomor 56 tahun 2018 tentang perubahan kedua atas Peraturan Presiden nomor 3 tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Dalam Perpres nomor 56 tahun 2018, sebanyak 227 proyek infrastruktur besar dinyatakan memenuhi kriteria PSN. Khusus untuk Provinsi Aceh, tidak ada proyek strategis nasional yang direvisi atau dihapus.

Secara keseluruhan masih dinyatakan memenuhi kriteria dan akan segera dimulai pembangunan. Hal ini merupakan bentuk komitmen dan keseriusan pemerintah pusat terkait pelaksanaan proyek strategis nasional di Aceh.

Baca: Pemerintahan Jokowi-JK Komit Laksanakan Proyek Strategis Nasional di Aceh

Proyek strategi nasional di Aceh itu, yakni proyek jalan tol Sigli - Banda Aceh (75 km), jalan tol Langsa - Lhokseumawe (135 km), jalan tol Lhokseumawe - Sigli (135 km), Bendungan Keureuto, Bendungan Rukoh, Bendungan Tiro, pembangunan jaringan irigasi daerah irigasi Lhok Guci, pembangunan jaringan irigasi daerah irigasi Jambo Aye Kanan, dan kawasan ekonomi khusus Lhokseumawe.

Dua hari belakangan santer beredar kabar terkait 53 proyek strategis nasional (PSN) akan dikeluarkan dari dari daftar PSN. 6 diantaranya merupakan PSN yang berlokasi di Aceh.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang sumber AJNN di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membantah terkait akan dikeluarkannya 6 PSN di Aceh dari daftar PSN. Ia mengatakan, baru-baru ini ada dilakukan rapat namun tidak ada dibahas masalah pembatalan.

"Sampe sekarang, bahkan belum ada rencana (untuk) dibatalkan," kata sumber tersebut kepada AJNN, Selasa (23/10).

Baca: Seriuskah Pemerintah Aceh dan Kabupaten Menyahuti Proyek Strategis Nasional di Aceh?

Menurutnya, dalam rapat tersebut ada dibahas mengenai pembagian PSN yaitu proyek yang sudah dijalankan dan masih dalam persiapan. Tidak ada yang membahas mengenai masalah pembatalan. Ia menduga, ada yang membaca persiapan itu dianggap sebagai pembatalan. Hingga saat ini, bahkan belum ada rencana proyek PSN di Aceh tersebut akan dibatalkan.

Pada saat dihubungi AJNN melalui saluran telepon, ia mengatakan bahwa sedang mengikuti rapat di Kementerian PUPR. Bahkan, dia mengaku terkejut dengan kabar tersebut. Kemudian ia menanyakan langsung perihal kabar itu, kepada salah seorang yang menangani langsung PSN tersebut.

"Masih masuk dalam (tahap) persiapan, itu catatan dari yang menangani langsung," katanya.

Komentar

Loading...