Unduh Aplikasi

INTERMESO

Tersiram Getah

Tersiram Getah
Ilustrasi: wikihow

POLITIK di negeri ini merupakan barang mahal. Dan partai politik dibuat untuk menyokong hal ini. Para pelakunya, politikus; bukan politisi, akan berbuat apa saja untuk mendapatkan ongkos guna membiayai kegiatan politiknya.

“Tak mengherankan jika banyak politikus yang mengisi penjara. Mereka butuh uang yang dinamai modal untuk merebut kekuasaan. Mulai dari pemilihan anggota legislatif hingga kepala daerah. Bahkan untuk menjadi seorang presiden mahasiswa harus punya uang untuk mentraktir kawan-kawannya di kampus,” kata Bang Awee kepada kami saat duduk di sebuah warung kopi di Lampu Merah Batoh, Banda Aceh, kemarin malam.

Saat seseorang memutuskan maju berlaga dalam sebuah pemilihan, maka hal pertama yang harus dipersiapkan adalah uang. Ini bisa datang dari mana saja. Mulai dari usaha sendiri, hingga uang dari sanak keluarga. Sukur-sukur, kata Bang Awee, dia punya istri kaya; atau minimal anak orang kaya, sehingga dia tidak perlu meminjam kepada orang lain yang memiliki pertalian darah atau perkawinan.

Tapi bagi mereka yang tak punya tiga hal itu, pilihannya adalah kepada kawan-kawan atau cukong-cukong. Tak heran jika menjelang pemilihan banyak orang yang berseliweran menawarkan bantuan keuangan kepada kandidat. Tentu saja mereka adalah kandidat potensial. Karena bagi mereka, pemilihan anggota legislatif atau kepala daerah adalah investasi.

Namanya investasi, uang itu harus dikembalikan lengkap dengan bunga-bunganya saat orang yang ditolong menang. Biasanya itu dibarter dengan proyek yang nilainya mampu melunasi pengembalian investasi itu. Kerja sama antara keduanya pun lantas meningkat. Si investor, yang biasanya berlatar belakang pengusaha, pun akan menjadi orang yang paling menikmati kedudukan si politikus setelah selama dia berkuasa.

“Tadi aku baca di facebook ada investor yang meminta kembali modalnya. Dia mengaku memberikan modal kepada kandidat di Pilkada Aceh lalu. Namun karena pemenangnya kini kini dipenjara, investasinya terancam gagal. Dia malah mengancam istri si politikus agar mengembalikan uang yang dia berikan sebagai modal berpolitik itu,” aku berujar kepada Bang Awee.

Bang Awee hanya menggeleng-gelengkan kepala. Saat kutanya kenapa, Bang Awee berujar bahwa si investor itu sedang tertekan. Karena sudah dapat dipastikan uang yang dia berikan kepada si politikus tak akan kembali. Dan si investor itu kini menendang bola liar berharap ada yang menendangkan bola itu kembali kepadanya. Minimal rekan si politikus saat pemilihan kepala daerah "memperhatikan" dirinya.

“Tapi tetap saja itu bukan tindakan yang cerdas. Sebagai seorang investor, dia kelewat percaya diri. Dan ternyata dia tak berkuasa atas masa depan yang saat ini terlihat sangat suram baginya. Kalau dia cerdas, harusnya dia datang ke penjara dan meminta si politikus untuk membalikkan kembali investasinya. Bawa sekalian kuitansi yang dipamerkannya di facebook. Kalau dia meminta kepada istri si politikus, sama saja dia menyiram getah ke istri si politikus, padahal yang makan nangka mereka,” kata Bang Awee.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin
HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...