Unduh Aplikasi

Tersembur Minyak Sumur Ilegal

Tersembur Minyak Sumur Ilegal
Ilustrasi: mashable.com

BADAN Pengelolaan Migas Aceh harusnya bisa berbuat lebih dari sekadar berucap prihatin. Lembaga ini harusnya bisa bekerja lebih keras untuk menertibkan eksplorasi minyak secara ilegal yang dilakukan oleh warga. Karena tindakan ini sangat membahayakan dan kerap kali merenggut korban.

Yang teranyar terjadi di Tanjong Meunye, Kecamatan Tanoh Jambo Aye, Aceh Utara. Gas bercampur lumpur menyembur hingga ketinggian 20 meter bibir sumur. Warga di sekitar lokasi pengeboran ilegal itu terpaksa diungsikan dan mengungsi, khawatir akan dampak yang lebih buruk dari sekadar terciprat minyak mentah dan lumpur.

Kasus semburan gas dari sumur minyak yang dikelola oleh warga adalah kejadian berulang yang seperti dibiarkan. Kecelakaan paling mengenaskan terjadi di Ranto Peureulak, Aceh Timur, akhir April tahun lalu. Sebanyak 22 orang meninggal dunia dan 198 jiwa terpaksa mengungsi demi keselamatan mereka.

Ini adalah salah satu titik sumur yang dikelola secara tradisional oleh warga. Dan jumlahnya di Aceh Utara dan Aceh Timur berjibun. Baik itu sumur-sumur tua yang dulu dikelola oleh Pertamina atau sumur baru yang dibuat sendiri oleh warga. Dan rata-rata sumur itu dikelola dengan cara seadanya dengan keamanan dan standar kerja seadanya.

Bukan tak boleh masyarakat mengelola. Selama ini, negara mempersilakan warga, dengan membentuk koperasi, untuk mengelola sumur-sumur tua itu. Ini adalah bagian dari penciptaan lapangan kerja yang akan mendorong perekonomian masyarakat.

Namun membiarkan mereka mengeksplorasi dan mengeksploitasi tanpa standar jelas tak dibenarkan. Ini bukan hanya membahayakan jiwa pekerja tambang, warga yang menetap dan berusaha di sekitar lokasi penambangan juga akan mendapatkan bahaya.

Karena itu, BPMA harus berani mengambil tindakan konkret di sumur-sumur tua dan sumur-sumur ilegal ini. Badan ini harus mengaudit dan memastikan seluruh sumur dioperasikan sesuai standar keamanan yang berlaku di negeri ini. Jika mendapati sumur-sumur yang tidak dikelola sesuai standar, BPMA harus berani mengeluarkan rekomendasi untuk menutup sumur tersebut, siapapun pemiliknya.

Dengan melihat keuntungan dan orang-orang yang diduga terlibat dalam illegal drilling ini, BPMA perlu bekerja sama dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh, Kepolisian Daerah Aceh, Komando Daerah Militer Iskandar Muda, dan Kejaksaan Tinggi Aceh untuk menertibkan sumur-sumur ilegal ini. Dengan demikian, insiden-insiden dari sumur minyak dan gas tua tak terjadi berulang kali.

Komentar

Loading...