Unduh Aplikasi

Tersangka Kasus Korupsi Peralatan RSUD Pidie Jaya Ternyata Caleg DPRK

Tersangka Kasus Korupsi Peralatan RSUD Pidie Jaya Ternyata Caleg DPRK
Tersangka Kasus Korupsi peralatan RSUD Pidie Jaya, Jailani saat hendak diboyong ke Rutan Sigli. Foto: Muksal

PIDIE JAYA – Salah seorang tersangka kasus tindak pidana korupsi pengadaan peralatan rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya, yakni Jailani Bin M Gade ternyata merupakan salah seorang Calon Legeslatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya.

Dihimpun AJNN, Jailani merupakan Caleg DPRK Pidie Jaya periode 2019-2024 dari Partai Gerindra nomor urut 1 daerah pemilihan (dapil) III atau dapil Kecamatan Bandar Baru.

Baca: Korupsi Pengadaan Barang Pada RSUD Pijay, Kejari Jebloskan Dua Tersangka ke Penjara

Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie Jaya, Iskandar yang dikonfirmasi AJNN melalui seluler, Rabu (24/10) membenarkan kalau Jailani merupakan salah seorang Caleg DPRK Pidie Jaya dapil Kecamatan Bandar Baru, tetapi ia belum mengetahui kalau caleg tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi.

Namun ia menjelaskan, jika ada caleg yang tersandung kasus hukum, sebelum ada putusan inkrah dari pengadilan, yang bersangkutan masih ditetapkan sebagai caleg dan namanya masih tetap ada di DCT.

Daftar DCT Caleg DPRK Pijay

“Jika belum ada putusan inkrah dari pengadilan, yang bersangkutan masih merupakan Caleg,” katanya.

Iskandar menjelaskan, jika sudah ditetapkan dalam Daftar Calon Tetap (DCT), partai pengusung caleg tidak dapat lagi mengantikan caleg yang bermasalah, baik tersandung hukum maupun mengundurkan diri.

“Peraturan KPU jelas ya, jika sudah ditetapkan dalam DCT tidak bisa lagi diganti, apapun alasannya. Jika memang caleg tersebut meninggal, mengundurkan diri dan juga putusan hukum yang sudah inkrah dari pengadilan, partai tidak dapat mengantikan calegnya. Caleg tersebut namanya akan dihapus dari DCT dan nomor urut caleg lainnya tetap sama, atau tidak ada perubahan pada nomor urut,” jelas Iskandar.

Sebelumnya diberitakan, Jailani ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejari Pidie Jaya dalam kasus pengadaan peralatan rawat inap pada RSUD Pidie Jaya. Saat ini, untuk proses penyidikan yang bersangkutan juga sudah ditahan di Rutan kelas II B Sigli. Selain Jailani, Kejari Pidie Jaya menetapkan dan menahan seorang tersangka lainnya, yakni Hasan Basri selaku pengendali CV Aceh Daroy Indah yang memenagi tender pengadaan peralatan RSUD tersebut.

Pemberitahuan Mulai Tender/Seleksi Sekda Aceh

Komentar

Loading...