Unduh Aplikasi

Terpaksa Bekerja, Fakriah Melahirkan di Depan Ruko

Terpaksa Bekerja, Fakriah Melahirkan di Depan Ruko
Gubur yang dihuni Fakriah bersama kedua anaknya. Photo: Ist

ACEH UTARA – Setiap pasangan pasti merasa bahagia menerima kehadiran sang buah hati di tengah keluarga mereka. Mempersiapkan segala kebutuhan sang cabang bayi adalah momen ungkapan kebahagian yang telah dilakukan jauh-jauh oleh masing-masing pasangan menunggu kehadirannya.

Namun tidak dengan pasangan Fakriah dan Muzakir. Pasangan yang beralamat di Gampong Tanjong Mesjid, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Mereka terpaksa menerima kehadiran sang buah hati di depan sebuah rumah toko, jauh dari kenyamanan tempat tidur.

Kemiskinan membuat keduannya tak mampu berbuat banyak menyambut kehadiran putra keduannya 24 November 2018 lalu. Tidak seperti pasangan lain, bayi kecil Fakriah hanya diselimuti sehelai kain biasa, itupun pemberian seorang bidan di sekitar tempat tinggalnya.

Jangankan perlengkapan bersalin, bayi mungil Fakriah harus merasakan dingin angin malam masuk lewat celah tepas yang menjadi dinding gubuk yang dihuni pasangan itu. Beratap rumbia, dan beralas tanah, gubuk itu hanya seukuran pos satpam.

Tanpa penerangan listrik, bayi mungil Fakriah bernama Muhammad Rizki (2), harus berbagi tempat dengan Muhammad Afdal (6) sang abang yang lahir 6 tahun lalu. Tak ada hangatnya kain bedong, atau kehangatan selimut untuk Muhammad Rizki karena kedua orang tuannya tak mampu membelikan itu.

“Nasib mereka sangat menyedihkan. Bukan hanya berlantai tanah, gubuk kecil mereka tidak memiliki diterangi lampu karena tak ada listrik," kata founder LPD Aceh, Musfendi, kepada AJNN, Ahad (9/12), bercerita tentang kondisi keluarga miskin itu .

Fakriah, kata Musfendi, melahirkan di depan ruko karena sepulang bekerja memotong padi demi berharap upah. Padahal usia kandungannya telah senja, namun tetap dilakukan Fakriah demi mengais rizki untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Bila tidak bekerja maka saya harus menahan lapar karena tidak ada apapun yang dapat di makan,” ujar kata Musfendi mengutip pengakuan Fakriah.

Bahkan sambung Musfendi, saat dirinya datang, Fakriah dan anaknya seharian belum makan, karena tidak memiliki beras. Fakriah baru melepas lapar dengan makanan yang dibawa LPD yang datang bersama buah tangan beberapa perlengkapan dan kebutuhan bayi.

“Kami berharap kiranya ada uluran tangan dermawan yang membantu pasangan ini. Yang ingin membantu mengurangi beban mereka dapat menyalurkannya di baik Infak maupun sedakah atau donasi lainnya melalui Bank BNI Syariah dinomor rekening 453315197 dan Bank Mandiri Syariah 7771 5515 58 atas nama Lembaga Peduli Dhuafa," kata Musfendi.

Komentar

Loading...