Unduh Aplikasi

Ternyata Komisaris PT Cipuga Perkasa Adalah Firmandez

Ternyata Komisaris PT Cipuga Perkasa Adalah Firmandez
Firmandez

BANDA ACEH - Berdasarkan dokumen sertifikat Kartu Tanda Anggota Biasa (KTAB) yang diterbitkan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Firmandez merupakan Pemimpin Perusahaan PT Cipuga Perkasa dengan jabatan sebagai komisaris. KTAB ini berlaku sampai dengan 21 Maret 2018. Sertifikat tersebut dibubuhi tandatangan oleh tiga orang yaitu Rosan P Roeslani selaku Dewan Pengurus Kadin Indonesia, Firmandez selaku Dewan Pengurus Kadin Propinsi Aceh, dan Muntasir Hamid selaku Dewan Pengurus Kadin Kota Banda Aceh.

Selain itu, berdasarkan dokumen sertifikat KTAB yang masa berlakunya hingga tanggal 3 Maret 2017, Firmandez tercatat sebagai Pemimpin Perusahaan PT Cipuga Perkaza dengan jabatan sebagai Direksi.

KTAB yang diterbitkan Kadin

Baca: Direktur PT Cipuga Yang Ditangkap Ternyata Anak Anggota DPR RI

Firmandez yang dikonfirmasi AJNN ikhwal sertifikat tersebut belum memberikan keterangan, pesan WhatsApp yang dikirim AJNN belum dijawab.

Sementara Ketua Dewan Pengurus Kadin Kota Banda Aceh, Muntaasir Hamid yang dihubungi melalui seluler menyatakan bahwa dokumen tersebut sah dan teregistrasi.

“Sertifikat tersebut merupakan dokumen yang sah dan teregistrasi di Kadin,” jawab Muntaasir singkat.

KTAB yang diterbitkan Kadin

Menariknya Kepolisian Daerah Aceh melalui Direktorat Kriminal Khusus telah menetapkan menetapkan Direktur PT Cipuga Perkasa, Fariz, sebagai tersangka terkait galian C illegal di kawasan Hutan Lindung, Kecamatan Linge, Aceh Tengah.

Baca: Direktur PT Cibugah dan Empat Karyawan PT Nindya Karya Ditetapkan Jadi Tersangka

Direktur PT Cipuga yang ditangkap oleh pihak Kepolisian Daerah Aceh merupakan anak kandung Firmandez yang juga anggota DPR RI asal Aceh.

Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol Erwin Dzadma mengatakan lima tersangka tersebut satu diantaranya Direktur PT Cipuga dan empat lainnya Karyawan di PT Nindya Karya.

"Lima tersangka tersebut berinisial ES, E, A, FE, F. Direktur PT Cipuga itu bernisial F, sementara empat lainnya dari PT Nindya Karya," kata Kombes Pol Erwin Desman, Rabu (9/5) lalu.

Erwin menyebutkan, PT Nindya Karya dan PT Cipuga secara bersama telah melakukan pengerjaan proyek jalan di Aceh Tengah senilai Rp 325 milliar yang didanai melalu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam perjalanannya kedua perusahaan tersebut menggambil material untuk pengerjaan proyek dari kawasan galian C tanpa izin.

"Material yang digunakan untuk proyek itu diambil di kawasan hutan lindung tanpa izin," ujarnya.

Proses penyidikan dan penyelidikan sudah berlangsung satu bulan. Polisi juga telah memanggil kelima pelaku, namun setiap pemanggilan tidak pernah datang.

"Kami sudah memanggil mereka tapi tidak datang. Dalam kasus ini sudah 29 orang yang sudah kami periksa," katanya.

Selain lima tersangka, kata Kombes Pol Erwin tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lainnya dalam kasus ini.

"Dari tangan tersangka, kami juga mengamankan 10 dum truk serta empat unit alat berat sebagai barang bukti," ungkapnya.

Saat ini kasus galian C illegal dalam kawasan hutan lindung tersebut sudah pelimpahan tahap pertama dari penyidik Polda Aceh kepada pihak Kejaksaan Tinggi Aceh.

Komentar

Loading...