Unduh Aplikasi

MEMPERINGATI 15 TAHUN GEMPA DAN TSUNAMI

Terkait Pengutipan Rp 10 Juta dari Dana Desa, Ini Penjelasan Wabup Pidie

Terkait Pengutipan Rp 10 Juta dari Dana Desa, Ini Penjelasan Wabup Pidie
Wakil Bupati Pidie. Foto: AJNN.Net/Salman

PIDIE - Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud menanggapi persoalan permitaan dana desa untuk kegiatan memperingati gempa dan tsunami ke-15 yang akan dilaksanakan Propinsi Aceh di Kabupaten Pidie.

Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud saat dikonfirmasi AJNN, Kamis (13/6) secara rinci menjelaskan, Kabupaten Pidie merupakan salah satu kabupaten di Aceh yang juga ikut terdampak oleh bencana tsunami 15 tahun silam.

Sehingga, kata Fadhlullah, pihaknya beberapa waktu lalu berinisatif mengundang camat yang ada di pesisir supaya mengingatkan masyarakat di gampong-gampong agar memperingati peringatan tsunami.

“Kami tidak menyuruh untuk meminta mengganggar dana gampong untuk memperingati tsunami, kami hanya mengajak, kan wajar sebagai Wakil Bupati mengingatkan bahwa ketika pada tanggal 26 Desember itu ikut menyelenggarakan peringatan tsunami, tsunami kan hari libur, salah satu hari yang bersejarah yang perlu diperingati,” ujarnya.

Terlebih pada tahun ini, kata Wabup, tingkat provinsi akan melaksanakan peringatan tsumani di Kabupaten Pidie, sehingga bisa bayangkan jika seluruh gampong-gampong di pesisir juga ikut memeriahkan, apakah di gampongnya sendiri, kemudian sebegaian besar bergabung dengan yang dilaksanakan oleh provinsi dengan berbagai kegiatan.

Baca: Dalih Peringati 15 Tahun Tsunami, Keuchik di Kota Sigli Dikutip Uang Rp 10 Juta

“Selama ini kan terbatas kami dilaksanakan peringatan tsumani tingkat kabupaten, karena momentum peringati tsunami yang ke-15 ini, jadi kami mengajak seluruh gampong-gampong di pesisir ini ikut merayakannya," jelasnya.

Fadhlullah juga menegaskan, dana gampong tidak boleh diminta oleh siapapun, dana tersebut diperuntukan untuk masyarakat di gampong-gampong. Maka dari itu, pihaknya hanya berkapasitas mengimbau serta mengajak masyarakat untuk memperingati tsumani.

“Kalaupun mereka menganggarkan dana untuk memperingati tsunami di gampongnya sekalian mitigasi dan pendidikan kebencanaan, dipersilahkan dan itu dibenarkan dalam aturan, tapi tidak pernah mangajak kepada keuchik untuk menganggarkan dana Rp 10 juta,” ujarnya.

Tekait Camat Kota Sigli yang meminta melalui surat kepada para keuchik agar menganggarkan dana gampong Rp 10 juta untuk kegiatan peringatan tsunami, sebut Fadhlullah, mungkin itu gaya kepemimpinannya seperti itu dengan menulis surat yang terkesan seolah-olah mengumpulkan uang Rp 10 juta setiaap gampong.

“Padahal sebenarnya bukan seperti itu, sebenarnya pak camat itu meminta supaya di setiap gampong memperingati kegiatan tsunami dan kami telah memanggil camat yang bersangkutan kemarin, katanya sudah terlalu maju,” ujar Fadhlullah.

Semantara Camat Kota Sigli Nadhar Putra berusaha dikonfirmasi AJNN melalui selularnya hingga tiga kali, namun tidak tidak ada jawaban, begitu juga dikonfirmasi melalui pesan WhatApp juga tidak ada jawaban.

Komentar

Loading...