Unduh Aplikasi

Petrus Tuding Panwaslih Banda Aceh Tidak Fair Terkait Penertiban APK

Petrus Tuding Panwaslih Banda Aceh Tidak Fair Terkait Penertiban APK
Petrus menyampaikan pendapatnya dalam kegiatan sosialisasi regulasi pengaturan kampanye pemilihan umum tahun 2019 yang digelar Bawaslu RI di Banda Aceh, Senin (6/11). Foto: Fakrul Razi Anwir

BANDA ACEH - Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia daerah pemilihan Aceh, Fadhli Abdullah menuding Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Banda Aceh bersikap tidak adil dalam menertibkan alat peraga kampanye peserta pemilu 2019.

Sebenarnya, ia mengaku tidak mempermasalahkan terkait penertiban alat peraga kampanye peserta pemilu, baik tingkat DPR RI, DPD RI, DPRA dan DPRK tersebut jika memang ada aturan tertentu yang dilanggar. Namun, penertiban tersebut harus dilakukan secara adil tanpa pandang bulu kepada seluruh peserta pemilu 2019 khususnya di Kota Banda Aceh.

Bang Prosa--sapaan Fadhli Abdullah--mencontohkan di beberapa titik jalan protokol di Banda Aceh, Panwaslih Kota Banda Aceh melakukan penertiban terhadap spanduk atau atribut alat peraga kampanye peserta pemilu. Namun, di ruas jalan yang sama juga terdapat baliho yang berukuran besar dari peserta pemilu lainnya dan hingga kini tidak ada tindakan penertiban dari Panwaslih.

"Jika mau ditertibkan harus semuanya, jangan seperti itu. Ini terkesan seperti adanya perlakuan khusus dan ini tidak fair," kata Fadhli Abdullah kepada AJNN, Selasa (7/11).

Selain itu, ia mengatakan Panwaslih Kota Banda Aceh seharusnya memberikan pemberitahuan terdahulu kepada peserta pemilu sebelum melakukan penertiban alat peraga kampanye tersebut. Berikan waktu setidaknya dua atau tiga hari, jika tidak diindahkan juga baru kemudian dilakukan tindakan penertiban.

Menurut Bang Prosa, para peserta pemilu merupakan orang-orang terpilih dan taat aturan. Teknologi sudah canggih, Panwaslih dapat memfoto dan memberitahukan jika alat peraga kampanye tersebut berada di tempat-tempat yang tidak diperbolehkan, serta pemilik spanduk atau atribut kampanye dipersilahkan membuka sendiri hingga tenggang waktu yang telah ditentukan.

"Tidak perlu menurunkan petugas Satpol PP dan Kepolisian sampai bertruk-truk begitu," ujarnya.

Bang Prosa mengatakan apa yang dilakukannya ini bukan untuk kepentingan pribadinya saja, tapi untuk kepentingan seluruh peserta pemilu khususnya di Aceh. Dia juga telah menyampaikan terkait permasalah ini kepada Ketua Bawaslu RI Abhan terkait permasalah tersebut dan responnya sangat baik bahwa seharusnya harus terjalin koordinasi dan sinegitas yang baik antara penyelenggara dengan peserta pemilu.

"Intinya kami ingin aturan ditegakkan, tapi ditegakkan sebenar-benarnya. Sinergitas pihak terkait harus dibangun dengan baik, agar pemilu khususnya di Aceh ini dapat berjalan dengan baik, aman dan lancar," tegasnya.

Komentar

Loading...