Unduh Aplikasi

Terkait HGU PT CA, Sofyan Djalil: Kalau Terlantar Kita Ambil Alih

Terkait HGU PT CA, Sofyan Djalil: Kalau Terlantar Kita Ambil Alih
Menteri Agraria dan Tata Ruang RI, Sofyan Djalil saat di gedung Wali Kota Banda Aceh

BANDA ACEH - Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil belum memberikan jawaban pasti terkait perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan sawit milik PT Cemerlang Abadi di Aceh Barat Daya yang sudah berakhir sejak 2017 lalu.

Sofyan Djalil hanya mengatakan persoalan HGU tersebut nantinya akan dilihat terlebih dahulu mana yang selama ini benar-benar diusahakan dan dimana tanah yang diterlantarkan.

Kata Sofyan, jika tanah tersebut diusahakan maka investor itu harus dilindungi. Namun, ketika tanah dibiarkan terlantar sekian lama maka akan diambil alih atau tidak diperpanjang.

Sofyan menyampaikan, pada prinsipnya tanah yang dikelola dengan baik itu harus diperpanjang, tetapi kalau tidak dikelola secara baik akan diambil alih dan dijadikan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

Baca: Gubernur Aceh Cabut Rekomendasi Perpanjangan Izin HGU PT CA

"Yang selama ini betul-betul diusahakan itu harus dilindungi, karena melindungi investor. Tapi kalau tanah yang dibiarkan sekian lama terlantar, kita akan ambil alih, tidak akan kita perpanjang," ujar Sofyan Djalil kepada wartawan usai penyerahan sertifikat tanah di gedung Balai Kota Banda Aceh, Rabu (13/3).

Baca: JALAN BERLIKU HGU PT CA (I)

Sofyan menuturkan, selama ini persoalannya itu adalah berapa hektare (Ha) nantinya yang diperpanjang, dan berapa yang akan dijadikan lokasi objek agraria.

"Ini masalahnya berapa hektare yang kita perpanjang dan berapa hektare yang kita akan rediva," ujarnya.

Baca: Direkomendasikan Soedarmo, Dibatalkan Akmal Ibrahim dan Irwandi Yusuf

Sofyan menegaskan, tanah yang tidak diperpanjang kedepannya akan dijadikan tanah reforma agraria untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat di Kabupaten Abdya, namun mengenai jumlahnya belum dipetakan.

"Jumlah hektare nya banyak itu sekitar 6 ribu atau 7 ribu, tapi berapa yang dikuasai itu yang kita petakan," pungkasnya.

Eliminasi Malaria

Komentar

Loading...