Unduh Aplikasi

Terkait Dugaan Suap, DKPP Panggil Sejumlah Saksi

Terkait Dugaan Suap, DKPP Panggil Sejumlah Saksi
DKPP.

BANDA ACEH - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia memanggil Askhalani dan rekan-rekan, untuk dimintai keterangannya dalam sidang yang akan digelar di Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Rabu (5/12/2018).

Dalam surat panggilan sidang yang diperoleh AJNN, DKPP menyebut pemanggilan terkait pengaduan Jufrizal dan Said Mudhar yang dikuasakan kepada Askhalani dan rekan-rekan 25 September 2018, terkait dugaan pelanggaran kode etik berupa dugaan suap yang diduga dilakukan teradu.

"Pemanggilan Askhalani selaku advokat untuk menghadap majelis sidang dkpp di Kantor KIP Aceh," tulis surat panggilan tertanggal 29 November 2018 itu.

Surat yang ditandatangani Sekjen Kepala Biro Administrasi DKPP Bernad Dermawan Sutrisno itu meminta pengadu membawa berkas pengaduan lengkap dengan alat bukti primer serta membawa saksi-saksi.

"Agenda mendengar pokok pengaduan dan pengadu dan jawaban teradu," tulis surat panggilan tersebut.

Adapun salah satu dasar yang menjadi pertimbangan pemanggilan surat bernomor 4770/DKPP/SJ/PP.00/XI/2018 yakni peraturan DKPP nomor 2 tahun 2017 tentang kode etik dan pedoman prilaku penyelenggara pemilihan umum.

Sesuai laporan tersebut, Zuraida Alwi (anggota panwaslih Aceh), Said Syahrul Ramad (Ketua Bawaslu Nagan Raya dan Adam Sani (Anggota Bawaslu Nagan Raya) menjadi pihak teradu dalam laporan Askhalani dan rekan-rekan.

Adapun Pengadu yakni Jufrizal (Masyarakat/Pemilih-mantan Panwas), Said Mudhar (Masyarakat Pemilih), dan Zulkifli selaku masyarakat/pemilih. Sedang Askhalani dan Rizki Darmawan merupakan kuasa pengadu.

Komentar

Loading...