Unduh Aplikasi

Terdakwa Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pijay Dituntut 20 Tahun Penjara

Terdakwa Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pijay Dituntut 20 Tahun Penjara
Sidang tuntutan terdakwa pencabulan anak dibawah umur.

PIDIE JAYA - Terdakwa pencabulan anak di bawah umur di Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya, dituntut 20 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya.

Kepala Kejari Pidie Jaya, Basuki Sukardjono melalui Kasipidum, Aulia kepada AJNN, Senin (12/10) mengatakan, dua pasal dakwaan terhadap Bukhari Bin Muhammad (terdakwa pencabulan anak--red), yakni primair pasal 76D jo 81 ayat (1) undang-undang nomor 23 tahun 2002 dan pasal 76E jo pasal 82 ayat (1) tentang perlindungan anak, dan sebagaimana yang telah dua kali diubah.

"Dua dakwaan untuk terdakwa Bukhari Bin Muhammad itu dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri Sigli yang dibuka 12 November 2018 pukul 16:00 Wib dengan agenda pembacaan tuntutan dari penuntut umum," kata Aulia.

Aulia menjelaskan, berdasarkan pasal yang didakwa terhadap pelaku pencabulan anak dibawah umur itu, JPU Kejari Pidie Jaya menuntut Bukhari Bin Muhammad dengan hukuman maksimal.

"Bukhari Bin Muhammad dituntut 20 tahun kurungan penjara," terang Aulia.

Selain pasal dakwaan yang terbukti, JPU juga mempunyai beberapa alasan menuntut terdakwa dengan hukuman 20 tahun kurungan penjara

Aulia menjelaskan, empat alasan kuat Penuntut Umum Kejari Pidie Jaya menuntut Bukhari 20 tahun penjara. Pertama, Bukhari pernah melakukan hal serupa di kampungnya, tetapi diselesaikan secara kekeluargaan. Selanjutnya, Bukhari hendak melarikan diri saat ditangkap tim penyidik Polres Pidie. Kemudian, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat.

Alasan JPU seterusnya, perbuatan Bukhari menyebabkan tujuh orang anak perempuan yang masih berumur 8 hingga 14 tahun mengalami trauma.

Dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU Pidie Jaya, terdakwa mengajukan pembelaan (pledoi) secara lisan kepada majelis hakim, Safri SH (Ketua Majelis), Yusmadi SH MH dan Daniel Saputra SH, agar diberikan hukuman yang seringan-ringannya.

"Sidang ditunda pada hari Kamis 15 November 2018 dengan agenda pembacaan putusan terhadap terdakwa Bukhari," tutup Aulia.

Komentar

Loading...