Unduh Aplikasi

Terdakwa Kasus Human Trafiking di Pijay Dituntut Empat Tahun Penjara 

Terdakwa Kasus Human Trafiking di Pijay Dituntut Empat Tahun Penjara 
Foto: Muksalmina

PIDIE JAYA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pidie Jaya menuntut empat tahun penjara terhadap terdakwa kasus perdagangan manusia, Cut Nurlina. Tuntutan tersebut dibacakan JPU dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pidie Jaya, Rabu (12/6).

Kajari Pidie Jaya, Mukhzan melalui Kasipidum, Aulia kepada AJNN mengatakan, selain tuntutan kurungan, wanita asal Gampong Mesjid Trienggadeng, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, itu juga didenda sebesar Rp 150 juta subsidier satu bulan kurungan.

"Terdakwa Cut Nurlina dituntut empat tahun penjara, denda Rp 150 juta subsidier satu bulan," kata Aulia.

Atas tuntutan tersebut, lanjut Aulia, terdakwa mengajukan pembelaan secara lisan. Namun JPU tetap teguh pada tuntutannya.

"Dalam kesempatan itu, terdakwa juga mengajukan keberatan secara lisan, yang pada pokoknya meminta keringanan hukum," sebutnya.

Sidang lanjutan terhadap terdakwa kasus perdagangan manusia itu, sambungnya, akan dilanjutkan Rabu (19/6), dengan agenda pembacaan putusan.

Seperti diketahui, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pidie, menangkap Cut Nurlina, warga Gampong Mesjid Trienggadeng, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya. Cut Nurlina adalah tersangka perdagangan orang dan perlindungan migran Indonesia. 

Syarifah Mauliana, warga Gampong Lameu Meunasah Baro, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, adalah korban human trafiking yang dilakukan oleh Cut Nurlina.

HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...