Unduh Aplikasi

KASUS PENIPUAN CALO PNS

Terdakwa Dituntut Tiga Tahun Penjara

Terdakwa Dituntut Tiga Tahun Penjara
Kasi Pidum Kejari Pidie Jaya, Aulia saat memberi keterangan usai persidangan tuntutan terhadap calo PNS. Foto:AJNN/Muksal

PIDIE JAYA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya menuntut tiga tahun penjara terhadap Maimun Bin Musa, terdakwa kasus penipuan calo Pegawai Negeri Silpil (PNS) di lingkungan Pemerintah Aceh.

Kajari Pidie Jaya, Mukhzan melalui Kasi Pidum, Aulia kepada AJNN, Selasa (6/8) mengatakan, fakta-fakta persidangan membuktikan terdakwa melanggar Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Berdasarkan fakta persidangan tersebut, terdakwa yang lebih dikenal dengan Maimun Rajapante dituntut tiga tahun penjara.

“Berdasarkan fakta di persidangan, terdakwa terbukti melanggar pasal 378 KUHP. Selain itu, barang bukti slip, SK, surat, ada empat macam dikembalikan ke yang berhak yaitu saksi Muliadi Bin Nurdin,” kata Aulia usai persidangan.

Baca: Sidang Tuntutan Calo PNS Ditunda

Dihimpun AJNN dari beberapa kali persidangan, selain Maimun, masih ada aktor lain dibalik kasus penipuan calo PNS tersebut. Namun Aulia menyebutkan, dalam persidangan tersebut, pihaknya hanya fokus pada perkara yang dilaporkan oleh Muliadi Bin Nurdin dengan korban Anita Selfitri.

Sementara itu, terdakwa Maimun setelah keluar dari ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Pidie Jaya kepada wartawan mengakui kalau dirinya termasuk korban penipuan yang dilakukan oleh orang yang ada di lingkungan Pemerintah Aceh.

Baca: Sidang Kasus Penipuan Calo PNS, Terdakwa Sebut Hanya Bantu Korban

Bahkan Maimun telah menyerahkan uang sebesar Rp 200 juta kepada Muhammad Sabik untuk meluluskan adik dan istrinya menjadi PNS.

“Sebenarnya dalam hal ini saya juga menjadi korban penipuan, adik dan istri saya juga menjadi korban,” kata Maimun sambil memperlihatkan sejumlah alat bukti.

Baca: Sidang Kasus Calon PNS, Saksi Sebut Kirim Uang ke Maimun Rp 100 Juta

Sebelumnya pada sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Pidie Jaya, Rabu 17 Juli 2019, terdakwa Maimun memberikan keterangan kalau dirinya diminta oleh korban untuk membantu korban menjadi PNS di lingkungan Pemerintah Aceh melalui Muhammad Sabik.

"Inti dari keterangan terdakwa hari ini, korban meminta terdakwa untuk membantu korban agar meluluskan korban menjadi PNS melalui Muhammad Sabik," kata Aulia waktu itu.

Komentar

Loading...