Unduh Aplikasi

Tak Ada Gigi Atrek untuk Ahmadi

Tak Ada Gigi Atrek untuk Ahmadi
Ilustrasi: NZ Autocar

AHMADI, Bupati Bener Meriah, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi kembali masuk ke kantornya di Simpang Tiga, Redelong. Dia kembali memimpin rapat-rapat penting, termasuk mengarahkan sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten Bener Meriah dalam menjalankan anggaran dan pendapatan belanja kabupaten.

Ahmadi kembali bertugas karena dia tidak pernah benar-benar diperiksa sebagai tersangka oleh komisi antirasuah tersebut. Dia kembali bertugas dan menjalankan roda pemerintahan seperti sebelumnya.

Sebelumnya, Ahmadi tertangkap dalam operasi tangkap tangan, usai Idul Fitri lalu. Ahmadi diduga memberikan suap kepada Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh, untuk proyek-proyek yang dikucurkan ke daerah itu menggunakan Dana Otonomi Khusus Aceh. Dalam kasus ini, Irwandi juga ditahan.

Dua alinea di atas tentu tidak benar. Itu hanya delusi yang kini disebar di Bener Meriah. Tujuannya adalah untuk mengambil keuntungan dari para pengusaha yang kebelet mendapatkan proyek-proyek di daerah itu. Sejumlah kepala SKPK Bener Meriah juga termakan isu itu dan masuk dalam jebakan yang dibuat untuk mengeruk keuntungan dari kabar bohong itu.

Semua harus memahami bahwa hampir tak ada tersangka yang lolos dari jerat hukum saat berhadapan dengan KPK. Dalam proses penahanan di penyidikan, KPK berhak menahan seseorang selama 20 hari, bisa diperpanjang 40 hari, diperpanjang 30 hari, diperpanjang lagi 30 hari. Jalan keluar mereka dari penahanan KPK hanyalah meja persidangan.

Mereka yang dinyatakan tidak bersalah akan dibebaskan dan mereka yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan melanjutkan “perjalanannya” ke lembaga pemasyarakatan. Durasi pemeriksaan ini sangat bergantung pada sikap seorang tersangka; dia bersikap kooperatif atau malah mempersulit.

Karena itu, masyarakat di Bener Meriah jangan mau dibodoh-bodohi oleh orang-orang yang memancing di air keruh. Percayalah bahwa apapun keputusannya, tunggu pernyataan resmi dari KPK. Apalagi selama ini, pejabat di KPK tak pernah menutup-nutupi perkembangan pemeriksaan Ahmadi dan tersangka korupsi lain.

Bagi para “pemancing”, hendaknya tak memainkan isu ini secara berlebihan. Walaupun, mungkin, mereka tetap berharap Ahmadi lepas dari lilitan jerat hukum. Karena apapun ceritanya, tak ada "gigi atrek" buat Ahmadi.

Komentar

Loading...