Insentif PKB - BPKA 2019
Unduh Aplikasi

Tahun 2018, 11 Ekor Gajah Ditemukan Mati di Aceh

Tahun 2018, 11 Ekor Gajah Ditemukan Mati di Aceh
Gajah jantan yang ditemukan mati di Aceh Timur, pada Agustus 2018. Foto: Ist

LHOKSEUMAWE - Terhitung dari awal Januari hingga Desember 2018, terdapat sebanyak 11 ekor gajah Sumatera ditemukan mati di sejumlah daerah Provinsi Aceh. Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh, Sapto Aji Prabowo.

“Ada 11 ekor gajah yang ditemukan mati di Provinsi Aceh di tahun 2018,” kata Sapto saat dikonfirmasi AJNN, Senin (31/12).

Menurutnya kematian gajah tersebut disebabkan oleh beberapa hal yakni, ada yang diracun oleh warga, ada yang keracunan, ada juga yang kesetrum pagar listrik, terkena jeratan tali, ada juga yang sakit, serta juga mati akibat kelelahan (anak gajah).

“Adapun gajah mati tersebut ditemukan di beberapa daerah yakni, Kabupaten Aceh Timur, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar, Bener Meriah dan Kabupaten Bireuen,” ungkapnya.

Sebelumnya Sapto menyebutkan, melihat angka kematian gajah di Provinsi Aceh semakin meningkat, pihaknya akan berupaya untuk merespon dengan baik setiap kejadian konflik antara gajah dan manusia, sehingga masyarakat merasa terbantu. Kemudian kalau ada indikasi perburuan, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

“Kalau ada indikasi perburuan, ya kami akan koordinasi dengan aparat penegak hukum agar ada law enforcement yang memberikan efek jera, kami juga sedang membuat peta perburuan dan perdagangan satwa illegal,” ungkapnya.

Dalam jangka panjang, kata Sapto, pihaknya bersama mitra akan bantu DPRA yang sedang menyusun qanun perlindungan satwa, serta mendorong penyelesaian konflik gajah dan manusia yang lebih permanen dengan melibatkan semua pihak.

“Kepada seluruh elemen masyarakat, saya imbau bahwa janganlah main bunuh gajah, karena gajah itu juga makhluk Allah yang justru manusia harusnya melindungi mereka bukannya membunuh,” imbaunya.

Khanduri Laot
GANN

Komentar

Loading...