Surati Presiden, Gubernur Rekomendasi Kampus IPDN Regional Dibangun di Bireun

Surati Presiden, Gubernur Rekomendasi Kampus IPDN Regional Dibangun di Bireun
Surat rekomendasi Gubernur Aceh terkait pembangunan Kampus IPDN regional di Bireun. Foto: Ist

BANDA ACEH - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengirimkan surat rekomendasi kepada Presiden Joko Widodo terkait rekomendasi pembanguna Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri regional Aceh. Dalam surat yang dikirim tertanggal 4 Desember 2017, bernomor 892.1/44796 itu, Irwandi Yusuf merekomendasikan agar pembangunan Kampus IPDN di Kabupaten Bireun.

Surat itu merupakan surat balasan atas surat dari Gubernur IPDN bernomor 425/12/685/IPDN tanggal 21 November 2017 perihal pembentukan Kampus IPDN di Aceh dan Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri bernomor 892/4647/SJ tanggal 4 Oktober perihal pembentukan kampus IPDN regional Aceh, serta Keputusan Rektor IPDN nomor 425.12/520/2017 tentang Tim Kajian Kesiapan Pembentukan Kampus IPDN di Provinsi Aceh.

Dalan surat itu, Gubernur Irwandi juga mengatakan Pemerintah Aceh telah menyediakan dukungan anggaran operasional sebesar Rp 35 miliar di dalam APBA 2018 dan meminjampakaikan gedung dan semua fasilitas yang ada di komplek UPTD pendidikan dan Pelatihan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh di Batee Geulungku, Kabupaten Bireun, selama IPDN belum membangun gedung kampus milik sendiri.

Gubernur Aceh dalam suratnya itu juga mengirimkan Tim Task Force Pembentukan IPDN regional Aceh untuk membicarakan teknis lain yang berkaitan dengan penyelenggaran pendidikan di kampus sementara Batee Geulungku pada tahun akademik 2018-2019. Dalam surat itu juga terlampir kajian akademik efektifitas dan normatif pembangunan Kampus IPDN regional Ace di Bireun.

Salah seorang pemuda Aceh Besar yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Barisan Muda Penegak Amanat Nasional Rahmat Saputra melalui akun Facebooknya menyampaikan penyesalanya atas sikap Gubernur Aceh yang tidak memasukkan Aceh Besar dalam rekomendasi pembanguna Kampus IPDN regional Aceh.

"Saya menyesalkan sikap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang hanya merekomendasi secara tunggal Kabupaten Bireuen menjadi lokasi pendirian Kampus IPDN regional, padahal Aceh Besar juga salah satu daerah yang masuk dalam daerah yang diseleksi oleh tim Kemendagri," tulis Rahmad Saputra seperti yang dikutip AJNN, Kamis (7/12).

Dan beberapa hari yang lalu, kata Rahmad, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali sudah menyampaikan kesiapan kepada tim seleksi dari Kemendagri pada saat kunjungan ke Aceh Besar dalam rangka melihat secara langsung lahan yang akan didirikan kampus IPDN nanti.

"Tapi kenyataannya hanya Kabupaten Bireuen yang direkomendasikan, kenapa nama Aceh Besar tidak dimasukan? apa karena Aceh Besar bukan kampung halaman pak gubernur lantas di abaikan? Pak Gubernur, saya tidak mempermasalahkan pribadi bapak menginginkan kabupaten bireuen menjadi lokasi pembangunan Kampus IPDN regional, karena saya paham bapak pasti mengingikan legacy yang ditinggalkan sebagai bapak tokoh Bireuen saat tidak lagi menjabat," tulisnya lagi.

Ia juga tidak ingin mengkritisi kenapa Bireuen yang menurut beberapa kabar diawal tidak masuk dalam daerah yang akan disurvei untuk pendirian kampus IPDN regional. Namun Bireun baru masuk dalam daerah yang akan disurvei sejak Irwandi dilantik menjadi Gubernur Aceh.

"Saya juga tidak ingin mengkritisi kenapa kabupaten bireuen yang menurut beberapa kabar diawal tidak masuk dalam daerah yang akan di survei untuk pendirian kampus Regional IPDN (Sabang & Aceh Besar masuk list survei), baru muncul saat bapak menjabat, karena menurut hemat saya, semua daerah memilliki hak yang sama untuk berkembang dan memperjuangkan apa yang dianggap baik, tentu setalah proses penilaian yang baik," ungkapnya.

"Yang ingin saya sampaikan bahwa harusnya bapak juga ikut memasukan nama Aceh Besar dalam rekomendasi itu, jadi bapak tidak di anggap gubernur yang masih memiliki mental primordialisme dan Gubernur yang tidak akomodatif oleh publik Aceh. Tapi nyata Kabupaten Aceh Besar tidak bapak masukan, padahal secara letak giografis berangkat dari penilaian objektif, dan itu juga disampaikan oleh beberapa akademisi di Aceh, Aceh Besar lebih layak dibandingkan kabupaten Biruen."

Ia juga mengingatkan kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf bahwa pada Pilkada lalu Aceh Besar merupakan kabupaten kedua yang menyumbangkan suara terbanyak atas kemenangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah setelah Bireun.

"Pak Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, barangkali bapak lupa dan saya kira saya perlu mengingatkan bapak agar kelupaan ini cepat berlalu, pada pilkada beberapa bulan yang lalu, setelah kampung halaman bapak Bireuen (wajib menang), Aceh Besar merupakan kabupaten yang kedua menyumbangkan suara terbesar untuk bapak bisa duduk di kursi Gubernur Aceh. Saya berharap pak gubernur tidak melukai hati kami masyarakat Aceh Besar yang sudah memberikan saham besar untuk kursi yang bapak tempati saat ini," tulisnya lagi.

Sementara itu, bekas Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Bireuen (PB-HIMABIR) Banda Aceh Zulkarnaini berharap kepada semua pihak agar ikhlas dengan keputusan Gubernur Aceh yang telah merekomendasikan Bireuen sebagai lokasi pembangunan kampus IPDN regional Aceh.

"Dukungan dan doa semua pihak tentu sangat berarti untuk kesuksesan pembangunan kampus ini," kata Zulkarnaini.

Selain itu, ia sangat mendukung sikap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang merekomendasikan lokasi pembangunan kampus IPDN Regional Aceh yang berlokasi di Kabupaten Bireuen. Menurutnya posisi kabupaten Bireuen cukup strategis yang berada di tengah sebagai kota penghubung baik dari timur, tengah dan barat dengan akses yang lancar serta didukung dengan fasilitas yang memadai.

"Keputusan Irwandi merekomendasikan Bireuen sebagai lokasi pembangunan kampus IPDN regional Aceh adalah sebuah langkah yang tepat, tentu ini akan menjadi kabar yang baik bagi Bireuen dan Aceh secara umum," kata Zulkarnaini.

Bicara faktor pendukung, di samping tersedianya gedung sementara seperti yang telah disampaikan Gubernur Aceh, juga transportasi darat sangat mudah, apalagi transportasi udara.

"Bireuen itu dekat dengan Bandara Malikussaleh, saat ini ada dua maskapai penerbangan yang melayani penerbangan dari dan ke Bandara Malikussaleh, apalagi terhitung Januari 2018 kalau tidak salah, sudah bertambah dua maskapai penerbangan yang mendarat di bandara itu, ini tentu sangat mempermudah akses ke kampus bergengsi tersebut," tambahnya.

Pria yang kerap disapa Syeh Joel tersebut sangat mengharapkan kepada pemerintah pusat dan pihak terkait segera menyetujui Bireuen sebagai lokasi pembangunan kampus IPDN regional Aceh.

"Secara dukungan Bireuen terhadap pembangunan kampus itu, tidak ada alasan bagi pihak terkait untuk tidak dibangun di Bireuen," katanya lagi.

Ia juga berharap kepada pemimpin Kabupaten Bireuen, bupati dan jajaran untuk terus berjuang merebut kesempatan ini, yakinlah Bupati Bireuen mampu memikirkan pembangunan ini di Bireuen.

"Sudah tidak mampu ciptakan lapangan kerja dengan anggaran APBK, setidaknya kesempatan emas hadirnya kampus ini sedikit teratasi persoalan pengangguran para lulusan perguruan tinggi, baik di Bireuen maupun Aceh," ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf belum membalas pesan singkat terkait konfirmasi alasan tidak memasukkan Aceh Besar dalam surat rekomendasi pembangunan kampus IPDN regional Aceh.

data-ad-format="auto">

Komentar

Loading...