Unduh Aplikasi

Suplai Gas Macet, Produksi PT PIM Terhenti

Suplai Gas Macet, Produksi PT PIM Terhenti
PT PIM. Foto: Net

ACEH UTARA - Suplai gas sebagai bahan baku produksi pupuk di PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dilaporkan tak cukup. Imbasnya produksi pupuk oleh perusahaan tersebut tak sesuai target bahkan saat ini harus terhenti.

"Ini masalah serius. Harus segera dicarikan solusi, kami berharap Gubernur Aceh bisa memfasilitasi masalah tersebut kepada Pemerintah Pusat," ujar Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib saat dikonfirmasi AJNN, Selasa (16/1).

Alasannya jika PT PIM berhenti produksi, maka dampaknya sangat besar bagi sektor pertumbuhan industri di Aceh. Bahkan ditakutkan nasibnya nanti akan seperti PT Aceh Asean Fertilizer (PT AAF), PT Kertas Kraf Aceh (KKA) yang mati total.

"Coba bayangkan kalau seperti itu dampaknya, berapa banyak karyawan akan menganggur belum lagi masalah lain yang muncul. Kalau bisa Pak Presiden Jokowi turun tangan langsung terkait masalah ini," tambah bupati yang sering disapa Cek Mad tersebut.

Pasalnya, produksi gas oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) perusahaan yang beroperasi di Aceh Utara menyatakan selama ini masih cukup. Kendalanya karena gas tersebut tidak disuplai langsung oleh Pertamina Arun Gas (PAG) ke PT PIM.

"PIM satu-satunya industri besar yang masih beroperasi di Aceh Utara. Apalagi PIM saat ini jadi menyuplai pupuk bersubsidi untuk enam provinsi sekaligus di Sumatera, kalau sampai tutup apa jadinya," tegasnya.

Pihaknya berharap agar masalah tersebut bisa direspon cepat oleh Gubernur Irwandi Yusuf, sehingga dalam waktu dekat PT PIM bisa beroperasi kembali untuk memproduksi pupuk.

Hingga berita ini diunggah, AJNN belum berhasil mendapatkan konfirmasi langsung dari manajemen PT PIM

Festival Ramadhan Aceh 2019

Komentar

Loading...