Unduh Aplikasi

Sri Wahyuni Raih Juara 1 Guru TK Berdedikasi Tingkat Nasional

Sri Wahyuni Raih Juara 1 Guru TK Berdedikasi Tingkat Nasional
Sri Wahyuni dikalungkan bunga oleh Kadis Pendidikan Aceh Syaridin disaksikan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah usai mendarat di Bandara SIM, Aceh Besar. Foto: Fauzul Husni

BANDA ACEH - Pemerintah Kota Sabang harus berbangga memiliki guru taman kanak-kanak (TK) seperti Sri Wahyuni. Pasalnya dalam ajang pemilihan guru TK di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) berprestasi tingkat nasional 2018, Sri Wahyuni terpilih sebagai juara satu mengalahkan perwakilan dari 34 provinsi lainnya di Indonesia.

Dalam ajang tersebut, Aceh berhasil meraih enam predikat terbaik pertama; Fadhillah, Juara 1 Tenaga Perpustakaan SMP (SMP 6 Banda Aceh), Muarif, Juara 1 Kepala Administrasi SMP (SMP IT Al-Fityan), Mukhlis, Juara 1 Pengawas Sekolah Dasar (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh), Evi Erviana, Juara 1 Laboran SMA (SMA 2 Unggul Ali Hasmy), Raisul Akbar, Juara 1 SMA/SMK Berdedikasi (SMAN 2 Pulo Aceh) dan Sri Wahyuni, Juara 1 Guru TK Berdedikasi 3T (TK Pertiwi Kota Sabang).

Sri Wahyuni bersalaman dengan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah usai mendarat di Bandara SIM, Aceh Besar. Foto: Fauzul Husni

Sri Wahyuni sehari-hari bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di TK Pertiwi Kota Sabang. Ibu dua orang anak itu setiap malam juga menjadi guru gaji di desa tempat tinggalnya yakni Desa Ie Meule, Sukajaya, Sabang.

Memang prestasi tingkat nasional sudah banyak diraih oleh Sri Wahyuni, seperti masuk dalam 10 besar naskah cerita anak terbaik tingkat nasional, harapan 3 mendogeng cerita anak tingkat nasional.

Dalam ajang pemilihan guru berdedikasi tingkat nasional itu, Sri Wahyuni mengaku pada awalnya sempat mengajukan pengunduran diri. Namun, kemudian pihak Dinas Pendidikan Aceh kembali menghubunginya untuk mengirimkan berkas-berkas persyaratan untuk mengikuti ajang tersebut.

“Awalnya saya sudah mengundurkan diri, kemudian dihubungi kembali menjelang tiga hari keberangkatan ke Jakarta dan diminta untuk ikut,” ujarnya.

Atas dukungan keluarga, ia kemudian kembali bersemangat untuk mengikuti ajang tersebut. Siang malam Sri Wahyuni harus berjuang untuk menyiapkan diri mengikuti ajang tersebut.

Ada sebuah kebanggaan baginya ketika mewakili Aceh untuk ikut ke tingkat nasional. Walaupun ia harus meninggalkan suami dan anak-anak selama 10 hari demi mengharumkan nama Kota Sabang, khususnya Aceh.

“Ada sebuah kebanggan ketika saya bisa mengharumkan nama Aceh ditingkat nasional. Semoga ilmu yang saya dapat ini bisa diterapkan di Kota Sabang,” ujarnya.

Tak hanya itu, Sri Wahyuni juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Sabang dan Kepala Dinas Pendidikan Sabang yang sudah memberikan dukungan dan semangat sehingga bisa juara di tingkat nasional.

“Terima kasih kepada semuanya,” ujarnya.

Kedatangan rombongan kontingen Guru dan Tenaga Kepengajaran berprestasi Aceh, yang berhasil merebut juara pada Lomba GTK Nasional di Jakarta, disambut langsung oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Minggu (19/8) malam di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.

“Selamat, ini adalah sebuah prestasi yang tidak biasa dan patut dibanggakan. Saya yakin, Bapak dan Ibu sekalian tentu melewati banyak perjuangan untuk sampai di tahap ini. Ingat, keberhasilan ini juga menghadirkan kewajiban yang lebih besar, yaitu bagaimana memajukan pendidikan Aceh, mengingat rapor Aceh di bidang pendidikan masih belum baik,” kata Nova.

Sri Wahyuni bersama Plt Gubernur Aceh dan Kadis Pendidikan Aceh. Foto: Fauzul Husni

Dalam kesempatan tersebut, Plt Gubernur mengingatkan agar prestasi yang telah diraih ini tidak hanya menjadi pigura-pigura penghias rumah.

“Peran Bapak dan Ibu sekalian sangat besar dalam upaya memperbaiki rangking pendidikan Aceh saat ini. Prestasi ini harus dijadikan sebagai energi untuk berbuat lebih baik bagi dunia pendidikan Aceh di masa mendatang,” ujarnya.

“Sekali lagi, salut dan selamat atas prestasinya, Bekerjasamalah dengan baik dengan para pihak. Apa yang bapak ibu dapatkan harus berimbas dan teraktualisasi dan ditransformasikan dalam kegiatan sehari-hari. Kita semua tentu berharap, meningkatnya kompetensi guru akan berimbas pada meningkatnya prestasi peserta didik, salah satunya tentu hasil Ujian Akhir Nasional.”

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh dalam laporannya menjelaskan, tahun ini sebanyak 25 GTK berprestasi Aceh dikirim untuk mengikuti seleksi nasional di Jakarta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9 orang berhasil meraih predikat terbaik nasional, bahkan 6 orang di antaranya meraih predikat terbaik pertama.

“Ini merupakan suatu prestasi yang sangat baik dalam upaya kita mewujudkan pendidikan Aceh yang lebih baik dan berkualitas demi mendukung mewujudkan Aceh Hebat melalui program Aceh Carong. Meraih predikat terbaik pertama pada 6 kategori merupakan prestasi yang sangat membanggakan karena sebelum ini, Aceh belum pernah juara pada 1 kaategori pun,” ungkap Saridin.

Pemerintah Aceh telah menjanjikan sejumlah bonus kepada para GTK berprestasi yang telah menghantarkan Aceh sebagai juara 3 nasional, salah satunya adalah umrah gratis.

Komentar

Loading...