Unduh Aplikasi

Solar Langka di Abdya, Ini Kata Pertamina

Solar Langka di Abdya, Ini Kata Pertamina
Antrean truk di sebuah SPBU di Aceh Barat Daya. Foto: Istimewa,

ACEH BARAT DAYA - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Aceh Barat Daya. Sejumlah pengendara angkutan umum dan barang terpaksa mengantre lama untuk membeli solar. Kejadian ini berlangsung sejak dua pekan terakhir.

Berdasarkan informasi yang diperoleh AJNN, kondisi tersebut diperparah dengan pembatasan jumlah solar bersubsidi di sejumlah SPBU kepada truk sepuluh roda.

Menanggapi hal tersebut, Unit Manager Communication and CSR PT Pertamina MOR I, Rudi Arifianto, mengatakan penyaluran BBM bersubsidi itu harus tepat sasaran. BBM bersubsidi ini memiliki alokasi kuota yang ditetapkan oleh pemerintah bersama DPR ketika pembahasan Undang-Undang APBN.

Baca: Solar Langka, Antrian Kendaraan Mengular di SPBU Abdya

Rudi mengatakan pihaknya tak bisa sembarangan bertindak. Pertamina tetap mengacu pada Peraturan Presiden nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Dalam perpres tersebut terdapat ketentuan konsumen mana saja yang diperbolehkan untuk menggunakan solar bersubsidi.

"Pertamina mengacu pada Perpres 191 Tahun 2014, jadi ini bukan peraturan yang dibuat oleh Pertamina sendiri," ungkap Rudi Arifianto kepada AJNN, Kamis (4/10).

Menurut Rudi, saat ini, Pertamina secara umum menata ulang, bersama stakeholder, terkait ketentuan yang ada. Pihaknya berharap semua pihak terkait menaati aturan yang dibuat.

"Sebenarnya pasokan dari Pertamina itu tidak pernah dikurangi bahkan terus bertambah. Kita dapati fakta di lapangan walaupun pasokan ditambah, namun kenyataannya (stok) terus kurang," katanya.

Ia menegaskan bahwa selama ini tidak ada pengurangan pasokan BBM di Aceh, bahkan penyaluran yang dilakukan oleh Pertamina sudah melebihi kuota normal. Pertamina memberikan penambahan pasokan 4 ribu liter per hari jika dibandingkan dengan penyaluran normal.

"Nah itu seharusnya tidak kurang, Ada kemungkinan pemanfaatannya digunakan bagi yang seharusnya tidak berhak," kata Rudi.

Rudi mengimbau kepada pihak-pihak yang tidak berhak menggunakan solar bersubsidi agar menggunakan solar non subsidi dalam menjalankan usahanya. Bahkan jika ada pengusaha, seperti industri, perkebunan dan pertambangan, yang ingin membeli solar non subsidi dari Pertamina akan difasilitasi.

"Bisa mendapatkan pasokan solar non subsidi melalui agen Pertamina di area terdekat," kata Rudi.

Informasi yang dimiliki pihaknya, Rudi mengatakan stok BBM jenis solar di Aceh Barat Daya pada Rabu (3/10) sore tercatat normal. Total stok solar bersubsidi di seluruh SPBU di Aceh Barat Daya jumlahnya mencapai 34 ribu liter. Sedangkan untuk solar non subsidi di satu SPBU yang menyediakan dexlite stoknya ada sebanyak 8 ribu liter.

Komentar

Loading...