Unduh Aplikasi

SISC Paparkan Bussines Plan KEK Surin, Ini Tanggapan Bank Indonesia

SISC Paparkan Bussines Plan KEK Surin, Ini Tanggapan Bank Indonesia
Foto: Ist

BANDA ACEH - Ketua tim task force Surin Industrial Smart City (SISC) Aceh Barat Daya (Abdya), kembali memaparkan bussines plan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Surin. Kali ini, tim task force SISC menyambangi kantor Bank Indonesia perwakilan Aceh, pada Selasa (10/9).

Ketua tim SISC, Miswar Fuadi, mengatakan ia bersama tim disambut langsung oleh Kepala BI Perwakilan Aceh, Z Arifin Lubis dan beberapa staf. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka menyampaikan rencana bisnis pada calon KEK Barsela, yang berlokasi di Teluk Surin, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Abdya.

"Saya bersama dengan tim datang untuk menyampaikan informasi terkait rencana pembangunan kawasan industri di Surin sebagai bagian dari pengembangan ekonomi khusus di Barsela," kata Miswar melalui rilis yang diterima AJNN, Selasa (10/9).

Sementara itu, Miswar juga mengungkapkan bahwa Kepala BI dalam sambutannya menjelaskan perekonomian di Aceh harus terus digenjot dan mendapat perhatian serius, baik oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.

Dalam pertemuan itu, Z Arifin Lubis juga menyebutkan trend yang ada saat ini indeks pertumbuhan ekonomi Aceh masih sangat jauh dan rata-rata masih berada dibawah nasional serta dibawah Sumatera. Hal ini tentunya harus mendapatkan perhatian serius, terkait bagiamana menstimulan pertumbuhan ekonomi dari sektor industri yang bertujuan untuk menumbuhkan nilai ekonomi di Aceh.

"Karena jika hanya bergantung pada APBA, maka dapat dipastikan upaya percepatan pengembangan ekonomi dipastikan tidak akan berjalan secara baik dan terintegrasi karena sektor industri sama sekali tidak berjalan secara baik," ungkap Miswar mengutip pernyataan Ketua BI Perwakilan Aceh tersebut.

Kemudian, sambung Miswar, Nurchalis selaku Ketua ISMI Aceh yang turut hadir dalam rombongan, dalam paparannya menjelaskan bahwa rencana pengembangan ekonomi di wilayah Barsela menjadi sangat penting karena jika melihat potensi nilai ekonomi di wilayah Barsela yang sangat tinggi. Bahkan Sumber Daya Alam (SDA) juga sangat melimpah.

Namun, hingga saat ini keberadaan SDA yang melimpah ini belum memiliki efek yang besar, karena nilai tambah dari berbagai SDA yang ada masih dinikmati daerah luar Aceh. Sebab itu, keberadaan KEK Barsela sangat diperlukan dengan harapan akan menambah nilai pendapatan baru yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi di Barsela.

Selama ini, secara angka pertumbuhan ekonomi di Aceh sangat stagnan, karena hanya bergantung pada APBA. Sedangkan dari sisi industri dan produk nyaris sama sekali tidak ada, sehingga tidak heran jika indeks kemiskinan sangat sulit diturunkan. Setiap tahun angka penganguran terus bertambah, karena pertumbuhan ekonomi hanya bergantung pada APBA.

"Sedangkan dari sisi industri (investasi) sama sekali belum tersedia," ujar Nurkhaslis sebagaimana ditirukan Miswar.

Kemudian Miswar dalam paparannya juga mengharapkan dukungan serta masukan dari BI dalam mempercepat proses yang sedang digagas dikawasan Surin. Keterlibatan BI tentu sangat penting karena pengembangan kawasan ini merupakan alternatif untuk pengembangan di 8 kabupaten di Barsela.

Apabila merujuk pada study yang ada, maka kawasan Teluk Surin menjadi alternatif yang sangat cocok dan berada persis di tengah-tengah yang menghubungkan beberapa kabupaten dalam kawasan Barsela.

"Apalagi Abdya secara geografis juga berada di titik terdekat dengan kawasan penghubung kabupaten yang berada dibagian tengah Aceh. Merujuk Potensi ekonomi di wilayah Barsela lebih dititik beratkan pada pengembangan ekonomi agro industri yang meliputi bidang pertanian, perkebunan dan perikanan," ujarnya.

Selain itu, kata Miswar Fuadi, dalam diskusi ini Kepala BI perwakilan Aceh menyambut baik dan mendukung rencana bisnis yang dipaparkan oleh tim SISC. Pihak BI menyebutkan, hal tersebut merupakan salah satu alternatif dalam mendorong ide kreatif mempercepat pertumbuhan ekonomi di Aceh.

Komentar

Loading...