Unduh Aplikasi

Sidang Oknum Satpam KPPN, Terdakwa Mengaku Pukul Korban Dua Kali

Sidang Oknum Satpam KPPN, Terdakwa Mengaku Pukul Korban Dua Kali
Sidang terhadap terdakwa Oknum Scurity Kantor KPPN Lhokseumawe. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE - Sidang terhadap terdakwa oknum satpam Kantor KPPN Lhokseumawe, Romi sudah memasuki tahap kedua. Dalam sidang kedua ini, diagendakan pemeriksaan saksi dari korban yang dihadirkan sebanyak empat orang, Senin (9/9).

Sidang yang berlangsung di ruang Sidang Garuda dan dimulai sekitar pukul 11.30 WIB tersebut turut dihadiri oleh kerabat dengan korban, sementara tersangka sendiri didampingi oleh tiga orang kuasa hukumnya.

Saat pemeriksaan dan dimintai keterangan oleh Majelis Hakim, Wirna Handayani selaku korban dalam kasus ini mengaku melaporkan kasus pemukulan yang dialami dirinya pada Juni 2019 lalu yang dilakukan oleh oknum satpam Kantor KPPN Lhokseumawe bernama Romi.

“Jadi saya pertama dipukul dipelipis mata dan mengenai cincin yang dipakainya. Pemukulan itu terjadi berawal saat saya tutup pintu pagar Kantor KPPN dan bersuara sedikit keras. Dan pada waktu itu Romi menegur saya, dan terjadi cek cek mulut, sehingga saya kemudian memukul dia di pipinya," kata Wirna.

Kemudian, kata Wirna, terdakwa membalasnya dengan memukulnya di kening, Wirna berusaha balas namun tidak dapat, dan lalu saat dirinya terjatuh ke tanah, terdakwa kembali memukulnya sebanyak enam kali tanpa jeda.

Baca: Kasus Penganiayaan, Oknum Security KPPN Lhokseumawe Ditetapkan sebagai Tersangka

Sambungnya, setelah penetapan Romi sebagai tersangka (saat ini jadi terdakwa), keluarga terdakwa datang ke rumah dan meminta maaf serta ajak berdamai, namun dari pihak keluarga Wirna sendiri mau berdamai namun proses hukum tetap berlanjut.

“Dalam hal ini saya merasa dirugikan baik dalam pekerjaan dan juga biaya pengobatan yang diperkirakan mencapai Rp15 juta termasuk biaya pulang pergi serta melakukan ronsen dari Rumah Sakit Cut Meutia, lalu saya dirujuk ke Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh, dan hasilnya ada benjolan di kepala saya,” katanya.

Sementara itu, terdakwa membantah beberapa poin keterangan yang disampaikan oleh Wirna. Dalam keterangan Wirna di depan Hakim menyebutkan kalau terdakwa mengatakan “Pam Sigoe”, namun terdakwa membantah itu dan mengaku hanya mengucapkan untung saja kamu perempuan kalau tidak sudah dipukul.

“Dan saya juga membantah kalau memukul dia enam kali saat terjatuh, saya hanya memukul dia dua kali saat itu,” ungkapnya.

Komentar

Loading...