Unduh Aplikasi

Sheikh Hubaillah Junaidi Alhabsyi, Wali Negeri Pertama Pulau Weh

Sheikh Hubaillah Junaidi Alhabsyi, Wali Negeri Pertama Pulau Weh
Penulis di makam Sheikh Hubaillah Junaidi Alhabsyi. Foto: Ist

Oleh: Fauzan Azima

Pemerhati sejarah kerajaan Aceh, Aidilan Helmi menyatakan bahwa Wali Negeri pertama di Pulau Weh atau Sabang adalah Sheikh Hubaillah Junaidi Alhabsyi, yang mendapat mandat dari Kerajaan Lamkuta Aceh daratan yang sudah menjalankan sistem pemerintahan modern.

Pada tahun 1200-an, ketika Kerajaan Aceh masih belum bersatu, Kerajaan Lamkuta yang berpusat di Aceh Besar, membentuk perwakilan kerajaan yang berpusat di wilayah barat daya Pulau Weh, yang merupakan pelabuhan tempat bersandar kapal-kapal layar jenis galias bermuatan sekitar 25 ton dari berbagai negara untuk berdagang rempah-rempah.

Sheikh Hubaillah sebagai Wali Negeri bertugas menjalankan sistem pemerintahan moderen di Pulau Weh, serta memungut pajak dari kapal-kapal asing yang melakukan transaksi perdagangan rempah-rempah. Di samping itu Sheikh Hubaillah sebagai ulama yang mengajarkan ilmu agama dan sebagai tabib atau dokter.

Pulau Weh pada masa itu terkenal dengan penghasil lada dan belerang. Sheikh Hubaillah memperkerjakan orang-orang dari Nias yang terkenal ulet dan jujur dalam berusaha. Sheikh Hubaillah sebelum menjadi Wali Negeri di Pulau Weh, adalah seorang pengelana dari Negeri Habsyi yaitu negara di Afrika; antara Maroko dan Libya, yang menuju negeri Mesopotamia atau negeri Baqdad.

Sheikh Hubaillah Junaidi Alhabsyi

Sheikh Hubaillah berguru pada Sheikh Junaidi di sana, maka nama "Junaidi" disematkan kepadanya. Kemudian Sheikh Hubaidillah melakukan perjalanan menuju India dan selanjutnya sampai ke negeri Lamkuta. Makam Sheikh Hubaillah berada di Cot Neuheud, Kampung Jaboi, Kecamatan Sukajaya, Kota Madya Sabang, yang merupakan makam tertua di antara 44 makam keramat yang ada di Pulau Weh.

Sheikh Hubaillah tinggal di lembah yang ditumbuhi pepohonan sehingga Sheikh Hubaillah juga populer dengan sebutan Teungku Bak Cuh. BPKS sedang melakukan renovasi terhadap makam Teungku Bak Cuh agar memudahkan masyarakat untuk berziarah.

"Harapan kami, BPKS dan Pemerintah Kota Sabang, juga melakukan renovasi terhadap makam-makam keramat lainnya di Pulau Weh, sebagai bentuk penghormatan generasi sekarang terhadap leluhurnya yang memugar dan membangun negeri Sabang pada zaman dahulu," kata Aidilan Helmi.

Aidilan Helmi juga berharap, dengan pemugaran makam-makam keramat di Pulau Weh juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan datang ke Sabang.

"Jadi Sabang, nanti tidak saja dikenal sebagai wisata bahari, Kuliner dan keindahan pesona alamnya, tetapi juga akan dikenal dengan wisata religinya, yakni berziarah ke makam-makam keramat di Sabang," kata Aidilan Helmi yang juga berprofesi sebagai pelukis.

Komentar

Loading...