Unduh Aplikasi

Setengah Hati Mengusut Buku Aspirasi

Setengah Hati Mengusut Buku Aspirasi
Ilustrasi: 7-themes.com

IMBAUAN Koordinator Gerakan Anti Korupsi Aceh Askhalani bin Muhammad Amin agar Kepolisian Daerah Aceh serius mengungkap kasus dugaan penyimpangan pengadaan buku di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh harusnya diindahkan. Tidak tanggung-tanggung, ada puluhan miliar uang negara yang diduga diselewengkan dalam proyek pengadaan ini.

Pengadaan ini dianggarkan pada tahun anggaran 2017 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh.Anggaran hibah buku ini dialokasikan ke 455 perpustakaan, tersebar di 23 kabupaten/kota di Aceh. Awalnya, hanya dianggarkan uang sebesar Rp Rp 74,9 miliar. Namun anggaran usulan anggota dewan ini membengkak menjadi Rp 88,9 miliar.

Tak hanya angka, buku ini juga bermasalah karena mengandung konten pornografi. Buku bermasalah itu ditemukan beredar di SMP Negeri 2 Sungai Raya, Aceh Timur. Buku itu berjudul “Perempuan bernama Arjuna 3” dan diduga juga beredar luas di seluruh Aceh.

Meski menyasar para pelajar, buku ini tak pernah dibahas bersama-sama Dinas Pendidikan Aceh. Pengadaannya pun sengaja dipecah-pecah. Tak ada tender. Pengadaannya dipecah menjadi paket kecil di bawah Rp 200 juta. Pelaksananya adalah kontraktor yang ditunjuk.

Pengadaan buku ini menyibak sejumlah permainan yang sangat biasa dilakukan di lembaga legislatif berkedok dana aspirasi. Sejumlah anggota dewan dengan mudah mengatur alokasi anggaran untuk mendapatkan kick back.

Pengadaan-pengadaan berdasarkan dana aspirasi ini adalah salah satu cara anggota dewan menarik uang. Semisal dana beasiswa atau pengadaan bibit pertanian. Meski di kuitansi tertera angka besar, sering kali nilai yang diterima masyarakat jauh dari angka yang tertera di kuitansi dan laporan pertanggungjawaban. Sisanya masuk ke kantong anggota dewan pengusul.

Sayang, meski sarat dengan dugaan penyimpangan dan kejanggalan, kepolisian seperti tak serius mengusut. Padahal kasus ini telah dilaporkan Gerak Aceh ke Polda Aceh tahun lalu. Data yang diberikan Gerak Aceh juga cukup sebagai modal kepolisian untuk mengusut para pihak yang diduga terlibat dalam dugaan penyimpangan ini.

Dengan bukti yang ada, kita berharap kepolisian tidak mendiamkan kasus ini. Andai memang tak menemukan bukti yang cukup untuk menindaklanjuti kasus ini, Polda Aceh harus menjelaskan hal ini kepada publik. Demikian juga jika polisi mendapatkan indikasi kuat untuk menjerat orang-orang yang mempermainkan anggaran. Jangan biarkan kasus ini menggantung di awang-awang.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin
HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...