Setelah Semen Laweung Berlalu

Setelah Semen Laweung Berlalu
ilustrasi.

MANAJEMEN PT Semen Indonesia memutuskan untuk menghentikan sementara pembangunan pabrik mereka di Pidie. Ini adalah langkah yang harus mereka lakukan selama persoalan lahan yang menjadi lokasi eksploitasi batu gamping itu terjadi. 

Sejak awal rencana masuknya Semen Indonesia Aceh--nama perusahaan yang mengelola pabrik semen itu, kendala yang mereka alami. Investasi puluhan miliar yang akan ditanamkan tidak serta merta diterima. Sebagian masyarakat menerima, namun tak sedikit pula yang menolak dengan berbagai alasan. Sama seperti mereka yang menerima.

Sebagai konsekuensi dari penghentian ini, perusahaan itu menunda penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dana ini rencananya akan digunakan untuk membangun kawasan itu. Tentu saja ini menimbulkan kerugian bagi daerah. Dana ini harusnya dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan. Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Pidie dan Pemerintah Aceh dapat mengalokasikan dana yang tersedia untuk mendorong pembangunan di sektor lain.

Apa lacur, keputusan telah diambil. Jika tak mau disebut sebagai langkah mundur, harusnya hal ini dapat menjadi pukulan bagi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang sibuk mengampanyekan ke seluruh penjuru dunia untuk berinvestasi di Aceh. Kabar tentang sengketa lahan ini bakal menjadi bahan evaluasi para investor. Dan ini jelas bukan sebuah catatan yang menjanjikan bagi investasi di Aceh.

Menumbuhkan iklim investasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Harusnya ini juga menjadi tanggung jawab masyarakat. Karena apapun ceritanya, seluruh investasi, berapapun nilainya, akan bersentuhan langsung dengan masyarakat di sekitar tempat usaha. Tanpa keinginan untuk menjaga investasi, sebagai pihak yang mendapatkan keuntungan langsung dari keberadaannya, masyarakat tentu akan sulit mendapatkan nilai tambah dari kekayaan alam yang ada di sekitar mereka.

Investasi adalah hal baru seharusnya diterima dengan tangan dan pikiran yang terbuka. Mungkin di satu sisi, ini akan membawa pengaruh negatif. Tapi investasi adalah jalan keluar dari permasalahan-permasalahan sosial yang dialami hampir di seluruh daerah di Aceh. Ini adalah nilai positif yang harusnya juga menjadi bahan pertimbangan.

Investasi itu seperti kepingan mata uang. Masing-masing memiliki sisi berbeda. Yang harus dilakukan oleh seluruh masyarakat adalah memastikan bahwa keberadaannya benar-benar memberikan keuntungan bagi semua pihak tanpa mengabaikan hak masyarakat dan berjalan di atas kesepakatan yang berlaku. Bukan pemikiran yang kaku.

data-ad-format="auto">

Komentar

Loading...