Unduh Aplikasi

Sepi Orderan, Penjahit di Abdya Terpaksa Kurangi Karyawan

Sepi Orderan, Penjahit di Abdya Terpaksa Kurangi Karyawan
Seorang pekerja sedang menjahit pakaian. Foto: Fakhrul Razi Anwir

ACEH BARAT DAYA - Menjelang pertengahan Februari 2019, sejumlah penjahit pakaian di Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengeluh terkait sepinya orderan jahit pakaian pria maupun wanita.

Faanzir, seorang penjahit yang membuka usaha di Desa Durian Rampak kecamatan setempat mengatakan untuk periode yang sama di tahun sebelumnya orderan mulai berdatangan. Selama ini, rata-rata pesanan untuk per bulannya paling sedikit ia mendapatkan orderan sebanyak 150 setelan pakaian.

Menurutnya, sejak November tahun lalu hingga saat ini rata-rata orderan jahit pakaian per bulannya kurang dari 50 setelan pakaian. Kondisi yang sama juga dirasakan dan dikeluhkan oleh beberapa teman seprofesi dengannya.

Akibat dari kondisi ini, ia terpaksa mengurangi jumlah karyawannya. Dari total enam orang karyawan yang berkerja di usaha jahit miliknya, saat ini ia hanya mampu memperkerjakan dua orang saja.

"Kondisi seperti ini mulai terasa sejak November tahun lalu. Ya, dengan berat hati, abang harus mengurangi karyawan," kata Faanzir kepada AJNN, Senin (11/2).

Ia mengaku, saat ini orderan didominasi jahit celana panjang pria dan setelan baju batik. Orderan jahitan untuk setelan kebaya modern wanita dan gamis yang selama ini menjadi andalan di usaha jahit miliknya, hampir tidak ada sama sekali.

"Biasanya perbulan orderan jahitan untuk kebaya wanita paling sedikit 15 lembar. Ini sama sekali tidak ada," ungkapnya.

Sementara itu, Emil salah seorang penjahit lainnya menduga salah satu penyebab kondisi tersebut yaitu masyarakat sekarang lebih cenderung menyukai dan mencari yang praktis dan langsung jadi.

Sebab itu, pelanggan mulai beralih dengan membeli pakaian jadi melalui online shop. Dengan harga yang relatif murah, konsumen bisa mendapatkan pakaian sesuai model yang diinginkan.

"Mereka kemari hanya untuk permak baju yang kebesaran saja," tutup Emil.

Sabang Marine 2019

Komentar

Loading...