Unduh Aplikasi

Sempat Dihadang Warga, Tim Pansus PLTU Nagan Raya Malah Mengaku Tidak Tahu

Sempat Dihadang Warga, Tim Pansus PLTU Nagan Raya Malah Mengaku Tidak Tahu
Warga saat mencoba menghadang mobil rombongan Pansus DPRA. Foto: AJNN.Net/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Maryati, salah satu anggota tim Panitia Khusus (Pansus) dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang berkunjung ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1 dan 2 Nagan Raya, mengaku tidak tahu dihadang warga Dusun Gelanggang Merak, Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, sepulang dari pansus ke PLTU, Senin (24/6).

Maryati mengaku saat kejadian penghadangan rombongan pansus itu, mobilnya berada di depan, dan langsung melaju tanpa mengetahui jika dirinya dihadang meski saat itu ada sejumlah warga yang melambaikan tangan meminta mobil para rombongan itu untuk berhenti.

Saat kejadian penghadangan tersebut, anggota DPRA dari Farksi Partai Aceh itu, mengira ada kecelakaan sehingga melihat ramai warga berdiri di tepi jalan, sehingga tidak menghiraukannya.

"Saya pikir kecelakaan, namun kok tidak terlihat korbannya. Jadi karena tidak melihat korban saya langsung melaju, dan memang tidak ada penghadangan pada saat saya melintas, jadi saya tidak tahu," kata Maryati.

Menurut Maryati, rombongan baru mengetahui adanya penghadangan setelah tim yang mobilnya berada di belakang memberitahukan jika mereka sempat dihadang warga.

"Seandainya kami tahu dihadang, pasti kami akan berhenti dan berdialog dengan warga," ujarnya.

Baca: Pansus DPRA ke PLTU Nagan "Kucing-kucingan" dari Warga Geulanggang Merak

Ia mengaku dalam pansus ke PLTU Nagan Raya, sebenarnya memang tidak memiliki agenda bertemu dengan warga, namun agendanya hanya bertemu dengan pemerintah daerah serta manajemen PLTU.

"Kami memang tidak ada agenda dengan warga, yang ada hanya dengan bupati, Camat Kuala Pesisir dan bertemu dengan pihak PLTU, dan melihat lokasi sekitar pembangkit terutama area jety (pelabuhan)," ungkapnya.

Rombongan pansus DPRA itu terdiri dari Ermiyadi selaku Ketua Pansus, Jamaluddin Muku Sekretaris Pansus, Tanwir Mahdi, Zaini Bakri, dan Maryati, dan tim ahli pertambangan dari Universitas Syiah Kuala, serta Bidang Hukum yang juga dari Unsyiah.

Sebelumnya, warga sempat kecewa dengan tim pansus DPRA yang tidak menjumpai mereka saat mengunjungi PLTU 1 dan 2. Bahkan warga menganggap sejumlah anggota DPRA itu main kucing-kucingan.

Meski tidak sempat berhenti dan menemui para warga, namun warga akhirnya berhasil menjumpai rombongan pansus tersebut di sebuah caffe yang berada di Jalan Manekroo, Meulaboh.

Dalam pertemuan itu, belasan warga menyerahkan satu kantong plastik tanah basah yang dianggap warga cukup mengganggu sejak keberadaan PLTU itu.

Komentar

Loading...