Unduh Aplikasi

Sembilan Tersangka Pembakar Polsek Bendahara Terancam Lima Tahun Penjara

Sembilan Tersangka Pembakar Polsek Bendahara Terancam Lima Tahun Penjara
Kapolres Aceh Tamiang (kiri) didampingi Kabag Ops saat memberi keterangan pers kepada wartawan. Foto: Asrul.

ACEH TAMIANG - Pasca pengrusakan hingga berujung pembakaran Mapolsek Bendahara, Aceh Tamiang yang terjadi pada Selasa (23/10) lalu, sebanyak sembilan warga Aceh Tamiang ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Adapun sembilan warga yang ditetapkan sebagai tersangka yakni, JI (38) warga Kampung Matang Seping, AN (38) warga Kampung Telaga Meuku, IN (35) warga Kampung Telaga Meuku, RI (30) warga Kampung Alur Nunang, IN (35) warga Kampung Matang Seping, SL (46) warga Kampung Tanjung Keramat, ZI (32) warga Kampung Tanjung Keramat, MD (26) warga Tanjung Keramat, Kecamatan Banda Mulia dan SL (46) warga Kampung Bandar Baru, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang.

"Terhadap sembilan tersangka tersebut akan dikenakan pasal 170 dan 187 KUHP dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara, karena telah melakukan tindak pidana pengrusakan dan pembakaran fasilitas negara berupa mako Polsek Bendahara," kata Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian SIK didampingi Kabag Ops AKP Sukirno dalam konferensi pers, Rabu (7/11).

Baca: Pasca Pembakaran Polsek di Tamiang, Sembilan Warga Ditetapkan Jadi Tersangka

Kapolres menuturkan dari hasil pemeriksaan sementara terhadap saksi-saksi dan tersangka, para pelaku melakukan aksi pengrusakan hingga berujung pembakaran terhadap Polsek Bendahara dilakukan secara spontan dikarenakan terpancing emosi saat mereka melakukan aksi unjuk rasa ke Mapolsek.

Dalam kasus tersebut, kata Kapolres, Polri telah melakukan penegakan hukum yang berlandaskan azas berkeadilan, dimana semua warga negara sama dihadapan hukum.

"Tidak terkecuali, baik personil Polri maupun masyarakat ketika melakukan perbuatan melawan hukum tetap akan diproses secara hukum," imbuh Kapolres.

Komentar

Loading...