Unduh Aplikasi

Selain Tuntut Penyelesaian Tapal Batas, Warga Juga Desak Galian C Ditutup

Selain Tuntut Penyelesaian Tapal Batas, Warga Juga Desak Galian C Ditutup
Galian C yang didesak warga untuk segera ditutup karena sudah sangat merusak lingkungan. Foto: Suar

ACEH JAYA - Selain menuntun terkait tapal batas gampong, warga Desa Kareung Ateuh juga mendesak camat untuk menutup aktivitas galian C yang dimiliki oleh perseorang/ pribadi yang terletak di Desa Kareung Ateuh, Kecamatan Indra Jaya, Aceh Jaya.

"Selain tapal batas, kami juga meminta camat untuk menutup aktifitas galian C yang sudah menyalahi aturan," kata kata Koordinator Aksi Ibrahim kepada AJNN di lokasi galian C Desa Kareung Ateuh, Jumat (7/9).

Masyarakat, kata Ibrahim, meminta kepada camat untuk menutup galian C. Pasalnya camat yang sudah memberikan rekomendasi izin galian C batu sertu kepada pihak pengelola. Padahal jelas-jelas aktifitas galian ini sudah sangat merusak lingkungan.

"Galian C batu sertu ini sudah resmi beroperasi selama tiga bulan, dan mereka menganggu batu sertu ini capai 50 truk per hari," ungkapnya.

Menurutnya akibat galian C tersebut, kondisi lingkungan di Desa Kareung Ateuh rusak parah. Bahkan masyarakat setempat mendapat tekanan dari pengelola.

Baca: Warga Desa Karueng Ateuh Kepung Kantor Camat Indra Jaya

"Ada kemarin warga yang memprotes dan akan menutup akses ke lokasi galian c, tapi malah mereka diancam dan ditakut-takut dengan membawa-bawa nama baik aparat keamanan," ungkap Ibrahim.

“Makanya kami memberanikan diri untuk menuntut hak-hak masyarakat dan mengusut tuntas siapa yang bermain dibalik ini semua.”

Sebelumnya, ratusan massa dari desa tersebut mengempung Kantor Camat Indra Jaya. Disana mereka meminta kepada camat untuk menyelesaikan tapal batas.

Dalam aksi tersebut, mereka meminta camat untuk mendatangi langsung terkait tapal batas desa mereka dengan Desa Meudhang Ghon.

"Camat jangan jual desa kami hanya demi uang recehan," kata Ibrahim.

Jangan sampai konflik tapal batas ini berlanjut hingga anak cucu mereka. Camat perlu menyelesaikan tapal batas tersebut.

“Kami menuntut camat jangan menghakimi desa kami dengan mengingkari janji atau kesepatakan yang sudah dibuat pada tahun 2017 lalu,” ujarnya.

Komentar

Loading...