Unduh Aplikasi

MATERI GUGATAN WALHI TERKAIT PT EMM

Selain Pengangkangan Izin, Pusat Juga Tidak Lakukan Konsultasi

Selain Pengangkangan Izin, Pusat Juga Tidak Lakukan Konsultasi

BANDA ACEH - Direktur Walhi Aceh Muhammad Nur menyatakan selain persoalan Perizinan PT. EMM yang menjadi materi gugatan di PTUN Jakarta, yang kami daftarkan 15 Oktober 2018 lalu, ada poin krusial yang sangat penting sampaikan di dalam materi gugatan.

Karena selain materi izin yang tidak berkeseuaian dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, khusus mengenai konsultasi dan wilayah kewenangan perizinan yang menjadi kewenangan Pemerintah Aceh juga termuat di dalam gugatan walhi dan warga.

"Materi-materi penting di dalam Gugatan kami telah dianalisa dari seluruh peraturan perundangan yang ada," kata Muhammad Nur, Jumat (19/10).

Ia merincikan, materi pokok adalah mengembalikan kewenangan Pemerintah Aceh sebagai bagian dari konsesus MoU Helkinki di dalam penerapan Daerah Otonomi Khusus yang tidak boleh dipersamakan dengan daerah yang lain di Indonesia.

"Jika kewenangan Aceh sebagai daerah khusus dan istimewa itu kemudian sedikit demi sedikit digerus oleh pusat, lantas kewenangan apa yang kemudian tinggal di Aceh sebagai Daerah Otonomi Khusus dan Istimewa," ujarnya.

Menurutnya alam dan rakyat butuh pendamping dan pihaknya yang konsen pada isu lingkungan hidup akan terus berjuang demi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya agar tidak "dirusak" akibat kepentingan segelintir orang.

"Kami tidak kemudian menciptakan iklim ini menjadi iklim politik, jika kemudian ada berbagai pihak berpendapat politis kami persilahkan dengan segala hormat, jika orang-orang politik itu pro terhadap kerusakan alam, kami juga persilahkan, dan jika orang politik itu kontra dengan pengrusakan alam, maka dukungan penuh akan kami sampaikan dengan segala hormat," tegasnya.

Dia menegaskan tidak sedikitpun goyang apabila kemudian orang-orang sedang memainkan isu ini menjadi isu politik yang ditujukan untuk memecah rakyat. Pihaknya menyakini sekalipun ada pihak-pihak yang sedang "berpanggung" di dalam isu besar ini, rakyat hari ini bukanlah orang "bodoh" yang tidak dapat menilai, mana orang-orang yang dengan ikhlas memperjuangkan mereka dan mana orang-orang yang hanya memanfaatkan isu mereka menjadi panggung politik mereka.

Baca: Terkait Izin PT EMM, WALHI Gugat BKPM ke PTUN Jakarta

"Rakyat hari ini tahu betul, mana yang ilkhlas bersama rakyat, dan mana yang sedang melindungi orang-orang tertentu. Karena tujuan Walhi dan rakyat hari ini "Tanoh Indatue" jangan sampai dirusak oleh tangan siapapun karena ada amanah yang harus dijaga dan dipertahankan demi kemaslahatan kehidupan khususnya di Aceh," katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Advokat Walhi Aceh Muhammad Reza Maulana menyatakan selama ini banyak pemberitaan yang terus menyangkal persoalan dengan menyatakan kalau proses perizinan telah sesuai dengan aturan.

"Jika seluruh proses dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku sudah pasti tidak akan ada gejolak yang terjadi dan tidak akan ada analisa hingga berani menggugat ke pengadilan," katanya.

Untuk itu, kata Reza, karena ada persoalanlah kemudian Walhi Aceh sebagai pemegang kuasa rakyat, melakukan tuntutan hukum agar membuat terang siapa yang melanggar dan apa pelanggarannya.

"Gugatan itu juga sebenarnya adalah cara kami untuk meredam amarah rakyat, karena sebagai negara hukum biarlah kemudian hukum yang akan menghukum perilaku dan tindakan pejabat dan pemilik modal yang disinyalir melakukan penyelewengan hukum," ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Beutong Ateuh, Banggalang khususnya dan masyarakat Aceh pada umumnya, jangan lakukan tindakan selain dari pada apa yang diperbolehkan hukum.

"Apabila melakukan aksi kami persilahkan asalkan dilakukan untuk "membangunkan" penguasa yang "tidur" tapi ingat tetap dalam koridor hukum, karena aksi yang dilakukan adalah Hak yang diberikan dan dilindungi hukum," imbuhnya

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin
HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...