Unduh Aplikasi

PUTUSAN IRWANDI

Selain dari Mukhlis, Irwandi Juga Terima Gratifikasi Melalui Steffy, Nizarli dan Tiong

Selain dari Mukhlis, Irwandi Juga Terima Gratifikasi Melalui Steffy, Nizarli dan Tiong
potosong Tuntutan Irwandi Yusuf

JAKARTA - Majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memvonis Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf dengan hukuman tujuh tahun penjara ditambah denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Irwandi terbukti dalam dua dakwaan, yaitu pertama menerima suap sebesar Rp 1,05 miliar terkait proyek-proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) dan menerima gratifikasi senilai Rp 8,717 miliar.

Baca: Terbukti Terima Suap dan Gratifikasi, Irwandi Yusuf Divonis Tujuh Tahun Bui

Berdasarkan surat tuntutan Irwandi yang diperoleh AJNN, dalam dakwaan kedua disebutkan hahwa selama kurun waktu dari tanggal 8 Mei 2017 sampai dengan bulan Juli 2018 dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya selaku Gubernur Aceh, Irwandi menerima gratifikasi berupa uang, yaitu sebagai berikut :

1. Terdakwa mulai bulan November 2017 sampai dengan bulan Mei tahun 2018 menerima uang melalui rekening atas nama Muklis di Tabungan Bank Mandiri nomor rekening 158-00-0370663-7 dengan total nilai sebesar Rp 4.420.525.494,00 (empat miliar empat ratus dua puluh juta lima ratus dua puluh lima ribu empat ratus sembilan puluh empat rupiah) yang bersumber dari Muklis dan yang lainnya dengan cara Muklis menyerahkan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) beserta Nomor PIN nya kepada Irwandi di rumah pribadinya di Jalan Salam No. 20 Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh.

Adapun rinciannya, yakni pada tanggal 10 November 2017 sebesar Rp 600 juta (buka tabungan), 24 Januari 2018 Rp 200 juta (setor tunai), 31 Januari 2018 sebesar Rp 300 juta (setor tunai), 6 Februari 2018 seberasr Rp 200 juta, 22 Februari 2018 Rp 50 juta ( transfer Zulfadli) dan 27 Februari 2018 sebesar Rp 300 juta (transfer).

Baca: Irwandi Yusuf Divonis Tujuh Tahun, KPK Ajukan Banding

2. Terdakwa mulai sekitar bulan Oktober tahun 2017 sampai dengan akhir bulan Januari tahun 2018 menerima uang melalui Fenny Steffy Burase dengan total nilai sebesar Rp 568.080.000,00 (lima ratus enam puluh delapan juta delapan puluh ribu rupiah) dari Teuku Fadhilatur Amri setelah mendapat perintah untuk melakukan transfer dari Teuku Saiful Bahri di rumahnya di Jl. Ateung Tuha No.10 A Lam Hasan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh, yaitu sebagai berikut :

Dari Teuku Saiful Bahri melalui Teuku Fadhilatul Amri -024 Oktober 2017 transfer ke rekening Bank Mandiri nomor 1190005009582 an. Fenny Steffy Burase Rp
280,000

-16 November 2017 setor tunai ke rekening Bank Mandiri nomor 1190005009582 an. Fenny Steffy Burase Rp 15,000,000

-17 November 2017 setor tunai ke rekening Bank Mandiri nomor 1190005009582 an. Fenny Steffy Burase Rp 70,000,000

- 17 November 2017 transfer ke rekening Bank BCA nomor 3991232441 an. Fenny Steffy Burase Rp 10,000,000

-17 November 2017 transfer ke rekening Bank BCA nomor 3991232441 an. Fenny Steffy Burase Rp 10,000,000

-17 November 2017 transfer ke rekening Bank BCA nomor 3991232441 an. Fenny Steffy Burase Rp 10,000,000

-17 November 2017 transfer ke rekening Bank BCA nomor 3991232441 an. Fenny Steffy Burase Rp 10,000,000

-17 November 2017 transfer ke rekening Bank BCA nomor 3991232441 an. Fenny Steffy Burase Rp 5,000,000

-18 November 2017 transfer ke rekening Bank BCA nomor 3991232441 an. Fenny Steffy Burase Rp 10,000,000

-18 November 2017 transfer ke rekening Bank BCA nomor 3991232441 an. Fenny Steffy Burase 7,000,000

-27 November 2017 setor tunai ke rekening Bank BNI nomor 0568705186 an. Hirzi Hikmatul Rp  10,300,000

- 13 Desember 2017 untuk pembuatan kaos peserta dan panitia Sail Sabang 2017 Rp 60,000,000

- 02 Januari 2018 setor tunai ke rekening Bank Mandiri nomor 1190005009582 an. Fenny Steffy Burase Rp 110,000,000

- 29 Januari 2018 transfer ke rekening Bank Mandiri nomor 1190005009582 an. Fenny Steffy Burase Rp 150,000,000

-29 Januari 2018 transfer ke rekening Bank Mandiri nomor 1190005009582 an. Fenny Steffy Burase Rp 29,500,000

-29 Januari 2018 transfer ke rekening Bank Mandiri nomor 1190005009582 an. Fenny Steffy Burase Rp 50,000,000

-30 Januari 2018 untuk membayar pajak perusahaan yang dipinjam Fenny Steffy Burase untuk pengadaan sail sabang Rp 11,000,000

Totalnya mencapai Rp 568,080,000

3. Pada kurun waktu mulai sekitar bulan April 2018 sampai dengan bulan Juni tahun 2018 bertempat di rumah Nizarli di Jalan Permata No.23 Kelurahan Mulia Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh dan di kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Aceh yang berada di Kantor Gubernur Aceh Jalan T. Nyak Arief Jeulingke Syiah Kuala Kota Banda Aceh, Nizarli selaku Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Aceh merangkap Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Propinsi Aceh dengan
sepengetahuan terdakwa, menerima uang dengan total nilai sebesar Rp3.728.900.000,00 (tiga miliar tujuh ratus dua puluh delapan juta sembilan ratus ribu rupiah) dari pihak-pihak tim sukses Irwandi yang akan mengikuti paket pekerjaan pengadaan barang dan jasa di lingkup Pemerintah Provinsi  Aceh yang diterimakan oleh Erdiansyah, yaitu sebagai berikut:

a. Dalam kurun waktu bulan Mei 2018 sampai dengan bulan Juni 2018 yang bersumber dari kelompok Tiong alias Syamsul Bahri diberikan melalui Mahyuddin alias Raja Preman diterima uang sebesar Rp1.528.900.000,00 (satu miliar lima ratus dua puluh delapan juta sembilan ratus ribu rupiah) dan bersumber dari Teuku Saiful Bahri diterima uang sebesar Rp400.000.000,00 (empat ratus juta rupiah), sehingga keseluruhannya berjumlah Rp.1.928.900.000,00 (satu miliar sembilan ratus dua puluh delapan juta sembilan ratus ribu rupiah) yang kemudian disimpan Erdiansyah di Rekening Tabungan Bank Tabungan Negara (BTN) Batara nomor rekening 00685-01-50-000187-1 atas nama Erdiansyah Rahmi,
nomor CIF E650744, dengan perincian yaitu sebagai berikut :

- 16 Mei 2018 sebesar Rp. 500.000.000,00 Uang dari Mahyudin
- 16 Mei 2018 sebesar Rp. 200.000.000,00 Uang dari Mahyudin
- 25 Mei 2018 sebesar Rp. 190.000.000,00 Uang dari Mahyudin
- 04 Juni 2018 sebesar Rp. 398.900.000,00 Uang dari Mahyudin
- 06 Juni 2018 sebesar Rp. 240.000.000,00 Uang dari Mahyudin
- 14 Juni 2018 sebesar Rp. 400.000.000,00 Uang dari Teuku Saiful Bahri

b. Pada tanggal 3 Juli 2018 bersumber dari kelompok tiong alias Syamsul Bahri yang diberikan  Mahyuddin alias Raja Preman diterima uang Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) yang disimpan  Erdiansyah di Rekening Tabungan BTN Batara nomor rekening 00685-01-54-000018-6 atas nama Erdiansyah, nomor CIF E650744.

c. Pada tanggal 3 Juli 2018 bersumber dari kelompok Tiyong yang diberikan Mahyuddin diterima uang Rp100 jutayang disimpan Erdiansyah di Rekening Tabungan BTN Batara nomor rekening 00685-01-54- 000018-6 atas nama Erdiansyah nomor CIF E650744.

d. Pada waktu-waktu antara bulan April 2018 sampai dengan bulan Juni tahun 2018 bersumber dari Kelompok Tiong yang diberikan melalui Mahyuddin diterima uang sebesar Rp 1.600.000.000,00 (satu miliar enam ratus juta rupiah) yang kemudian disimpan Erdiansyah di Rekening Bank Mandiri dengan nomor rekening158-00-7478747-4 an. drh. Erdiansyah.

Bahwa sejak menerima uang yang keseluruhannya sebesar Rp8.717.505.494,00 (delapan miliar tujuh ratus tujuh belas juta lima ratus lima ribu empat ratus sembilan puluh empat rupiah) atau sekitar jumlah itu, Terdakwa tidak melaporkannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sampai dengan batas waktu 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal gratifikasi tersebut diterima sebagaimana yang dipersyaratkan dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, padahal penerimaan itu tidak ada alas hak yang sah menurut hukum.

Komentar

Loading...