Insentif PKB - BPKA 2019
Unduh Aplikasi

Sejumlah Alat Peraga Kampanye Dirusak OTK di Lhokseumawe

Sejumlah Alat Peraga Kampanye Dirusak OTK di Lhokseumawe
Warga melintas dengan sepeda motor didepan spanduk Alat Peraga Kampanye (APK) Calon Legislatif (Caleg) yang dirusak orang tak beranggungjawab di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Jumat (11/1). Foto: ACEH PRESSPHOTO

LHOKSEUMAWE - Alat Peraga Kampanye (APK) berupa banner/baliho milik sejumlah calon legeslatif (Caleg) Pemilu 2019 yang terpasang di kawasan Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, diduga dirusak oleh orang tak dikenal (OTK).

Alat-alat peraga yang terlihat sudah robek tersebut diantaranya milik Calon Legeslatif DPR Aceh, H Ridwan Yunus dari Partai Gerindra, Muslim Caleg DPR RI dari Partai Demokrat, milik Mukhlis Azhar Caleg DPRA dari Partai Gerindra, Junaidi Yahya Caleg DPRA dari Partai Gerindra, dan beberapa caleg lainnya.

Menurut Peraturan Bawaslu Nomor 10 Tahun 2015, Pasal 66 huruf g di situ disebutkan siapa yang melakukan perusakan dan dalam pasal 187 ayat 3, pelaku perusakan mendapat ancaman pidana minimal satu bulan penjara dan maksimal 6 bulan, dengan denda 100 ribu rupiah sampai 1 juta.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Lhokseumawe, T Zulkarnaen mengatakan, sejauh ini ada lima laporan yang diterima dari partai yang banner/baliho dirusak oleh orang tidak dikenal, namun kebanyakan dari laporan tersebut belum memenuhi syarat.

Syarat yang disebutkan disini yaitu, pelapor harus memiliki bukti dan saksi kalau alat peraganya memang dirusak oleh seseorang. Dengan demikian, pelaku bisa ditindaklanjuti proses hukumnya.

“Sudah lima partai yang melapor karena merasa dirugikan, selain itu masyarakat dan aparat kepolisian juga ada yang menyampaikan terkait pengrusakan tersebut, akan tetapi belum bisa kami tindaklanjut, karena belum memenuhi syarat,” kata Zukarnaen saat dikonfirmasi AJNN, Jumat (11/1).

Untuk mengantisipasi kembali terjadinya pengrusakan terhadap banner/baliho caleg tersebut, pihaknya akan terus memantau dan melakukan pengawasan terhadap alat-alat peraga yang sudah terpasang tersebut. Dan juga menggencarkan sosialisasi bahwa merusak APK caleg akan terjerat hukum.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat supaya jangan merusak baliho/banner caleg yang sudah terpasang karena akan terjerat sanksi dan hukuman, dan kami juga meminta kepada aparat kepolisian supaya ikut membantu mengawasi hal tersebut,” ujarnya.

Khanduri Laot

Komentar

Loading...