Unduh Aplikasi

Sederet Agenda Simon McMenemy Bersama Timnas Indonesia

Sederet Agenda Simon McMenemy Bersama Timnas Indonesia
Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy pada Konferensi Pers di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (24/1). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

JAKARTA - Uji tanding pada 26 Maret 2019 akan menjadi panggung perdana Simon McMenemy sebagai pelatih Timnas Indonesia. Merujuk rencana Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), skuat 'Garuda' akan menjajal kekuatan Timnas Myanmar di Stadion Mandala Thiri.

Sebenarnya sejak dilantik PSSI pada 20 Desember 2018 dan diperkenalkan kepada publik sebulan setelahnya, McMenemy sudah melakoni sejumlah agenda sebagai pelatih kepala. Salah satunya mendatangi beberapa laga Piala Indonesia.

Pertandingan-pertandingan yang didatanginya adalah: Arema FC vs Persita Tangerang, Persib Bandung vs Persiwa Wamena, dan Persija Jakarta vs Kepri 757 Jaya,

Di sela-sela kunjungannya ke pelbagai laga domestik, McMenemy juga bertolak ke Kamboja untuk menyaksikan Timnas U-22 Indonesia di Piala AFF U-22 2019. Laga Timnas U-22 vs Malaysia pada 20 Februari adalah duel yang disaksikannya bersama asisten manajer Timnas, Sumardji.

Sehari setelah laga melawan Malaysia tadi, McMenemy resmi mengumumkan 27 pemain yang akan mengisi skuat Timnas saat bersua Myanmar. Dari sejumlah nama, terdapat beberapa debutan berseragam 'Merah Putih'.

Mereka merupakan anak-anak asuh McMenemy saat masih melatih Bhayangkara FC pada musim 2017. Ketiganya adalah Alsan Sanda, Wahyu Suboseto, dan Otavio Dutra. Nama yang disebut terakhir sedang melakoni proses naturalisasi yang dikabarkan akan rampung dalam waktu dekat.

McMenemy juga turut membawa nama-nama lawas yang beberapa tahun terakhir tak dipanggil Timnas. Sebut saja Johan Ahmad Farizi, Ruben Sanadi, Greg Nwokolo, Muhammad Rahmat, dan Samsul Arif.  Tak ketinggalan, McMnemy memanggil alumni Timnas U-23 era kepelatihan Aji Santoso. Mereka adalah Rizky Pellu dan Manahati Lestusen.

Rencana pemusatan latihan sendiri dibagi dalam dua gelombang. Pertama, pada 7-15 Maret, para pemain akan menjajal latihan di Australia dan uji tanding menghadapi kontestan A League, Perth Glory. Kedua, Zulfiandi dan kolega akan menjalani latihan di Bali pada 16-21 Maret. Setelahnya, para pemain akan bertolak ke Myanmar.

Selepas menjalani uji tanding menghadapi Myanmar yang masuk ke dalam rangkaian FIFA Matchday, Timnas akan kembali dijadwalkan menjalani uji tanding internasional. Merujuk kalender FIFA, Timnas akan berlaga kembali dalam empat rentang waktu: 3-11 Juni, 2-10 September, 7-15 Oktober, dan 11-19 November 2019.

Nah, menyoal waktu yang telah disiapkan FIFA, McMenemy boleh jadi dipusingkan dengan persoalan persiapan.

Wajar saja, sepak mula Liga 1 2019 rencananya akan dihelat pada awal Mei. Memang terbilang telat jika dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara telah memulai kompetisi. Ambil contoh, Liga Super Malaysia yang sudah dimulai pada awal Februari.

Ketertinggalan itu juga mesti diantisipasi oleh McMenemy lantaran dua klub Liga 1, Persija Jakarta dan PSM Makassar, berlaga di Piala AFC 2019. Pasukan Ramang mengutus M. Rahmat dan Rizky Pellu. Sementara, Persija mengirim tiga pemain: Andritany Ardhiyasa, Novri Setiawan, dan Riko Simanjuntak.

Tak sampai di sana, McMenemy mesti menyusun siasat pada tahun ini. Sebab, selain agenda FIFA Macthday, Indonesia akan berpartisipasi di dua ajang kualifikasi sekaligus: Piala Asia 2023 dan Pra Piala Dunia 2022.

Dua agenda itu akan diselenggarakan pada Juni dan September 2019. Indonesia bisa saja terbebas dari babak pertama Kualifikasi Piala Asia dan langsung melenggang ke babak kedua pada September.

Syaratnya, Indonesia harus berada di peringkat 34 besar Asia hingga satu bulan sebelum AFC mengumumkan di grup mana Indonesia akan menajalani babak kualifikasi. Jika tak memenuhi target, Indonesia terpaksa harus melalui babak pertama yang akan dimulai pada Juni.

PSSI menargetkan Timnas asuhan McMenemy bisa memperbaiki peringkat. Berdasarkan data per 20 Desember 2018, Indonesia ada di peringkat 159 FIFA. Sementara untuk peringkat AFC per data serta waktu yang sama, Indonesia berada di peringkat 32.

HUT AJNN 6th - Pemko Sabang
HUT AJNN 6th - Hendri Yono
HUT AJNN 6th - JSI
HUT AJNN 6th - Disbudpar Banda Aceh
HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...