Unduh Aplikasi

Satu Unit Rumah di Lueng Putu Ludes Terbakar

Satu Unit Rumah di Lueng Putu Ludes Terbakar
Kebakaran di Lueng Putu, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya. Foto: ist

PIDIE JAYA - Satu unit rumah berkonstruksi kayu di Gampong Keude Lueng Putu, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya ludes terbakar, Rabu (11/7).

Camat Bandar Baru, Muhammad kepada AJNN mengatakan, rumah konstruksi kayu yang terbakar adalah milik Marzuki. Katanya, rumah tersebut menyediakan jasa cuci pakaian atau laundry.

"Rumah yang terbakar semua berkonstruksi kayu dan menurut informasi kebakaran bersumber dari kompor salah satu rumah yang terbakar," kata Camat Muhammad.

Lanjutnya, api yang menghanguskan rumah Marzuki juga sempat menjalar ke rumah milik Bakhtiar yang berada tepat di belakang rumah tersebut. Namun sebelum melebar api berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran (damkar) yang dibantu TNI/Polri serta masyarakat setempat.

Akibat kebakaran tersebut, sambungnya, satu kepala keluarga dengan empat tanggungan jiwa kehilangan tempat tinggal.

"Keluarga tersebut sudah tanggungan kepala desa, dan untuk bantuan masa panik sudah diinformasikan kepada pihak Dinas Sosial di kabupaten," jelasnya.

Pantauan AJNN, masyarakat yang melihat sijago merah melalap rumah yang berada didepan Masjid Kecamatan Bandar Baru itu langsung mendatangi damkar yang di parkir dibelakang kantor camat setempat.

Ironisnya, sampai satu unit rumah ludes dilalap api, damkar yang hanya terpaut beberapa ratus meter dari lokasi kebakaran tidak kunjung datang, sehingga sempat terdengar masyarakat mengeluarkan kata-kata kasar terhadap pelayanan damkar di kecamatan paling barat Kabupaten Pidie Jaya itu.

"Setengah jam sudah kebakaran, damkar yang berada dibelakang kantor camatan tak kunjung datang," kata beberapa warga dilokasi dengan nada marah dan penuh makian.

Dihimpun AJNN, bukan kali ini saja damkar yang stanbay di belakang kantor Kecamatan Bandar Baru telat datang kelokasi kebakaran. Sebelumnya, kebakaran kilang kayu di Gampong Ara, dan kebaran toko di Gampong Pulo Puep, damkar tersebut juga dinilai lelet. Bahkan kebakaran yang terakhir disebutkan itu, masyarakat melempari damkar dengan batu karena macet saat dibutuhkan.

Pemberitahuan Mulai Tender/Seleksi Sekda Aceh

Komentar

Loading...