Unduh Aplikasi

Satu Napi Lapas Lambaro Ditangkap di Lhokseumawe

Satu Napi Lapas Lambaro Ditangkap di Lhokseumawe
Polisi boyong Anwar Nurdin (34) narapidana (Napi) yang kabur dari Lapas Klas II A Lambaro, Aceh besar di Mapolres Lhokseumawe, Jumat (30/11). Foto: Sarina

LHOKSEUMAWE – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lhokseumawe menangkap seorang narapidana (Napi) yang kabur dari Lapas Klas II A Lambaro, Aceh Besar, di Terminal Tipe A Kota Lhokseumawe. Napi tersebut bernama Anwar Nurdin (34), warga Gampong Bangka Rimung, Kecamatan Peurelak, Kabupaten Aceh Timur.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian mengatakan penangkapan bermula dari informasi yang disampaikan oleh salah seorang sopir L300 yang menyebutkan, ada seorang penumpang yang naik disekitaran Lambaro, Aceh Besar, memiliki gelagat yang mencurigakan.

“Jadi sopir itu memberitahukan ke kami, bahwa penumpang tersebut tingkahnya mencurigakan, karena setiap melewati Mapolres dan melihat polisi kepalanya selalu nunduk dan gerak-geriknya juga mencurigakan,” kata Kasat Reskrim kepada AJNN.

Salanjutnya, kata Rizki, pihaknya memberitahukan kepada sopir itu, ketika sampai di Terminal Tipe A Kota Lhokseumawe agar memberitahukan kepada pihaknya kembali. Sekitar pukul 12.00 WIB, mobil L300 itu tiba di terminal, dan pihaknya langsung melakukan pemeriksaan indentitas.

Baca: Pelarian Napi Lambaro Diduga Sudah Direncanakan

“Awalnya ada enam orang yang kami amankan karena tidak memiliki indentitas, namun satu orang terbukti merupakan seorang napi yang kabur dari Lapas Lambaro, sementara yang lainnya sudah dijemput oleh keluarga mereka, karena memang tidak terbukti saat diperiksa dan introgasi,” ungkap Riski.

Riski menambahkan, hasil koordinasi dengan Polresta Banda Aceh dan Lapas Lambaro, napi itu sementara waktu diamankan terlebih dahulu di Mapolres Lhokseumawe. Karena pihak lapas akan menjemputnya di Mapolres tersebut.

“Sementara waktu kami amankan dulu disini,” ujar Riski.

Riski juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat supaya jika melihat seseorang yang gelagatnya mencurigakan segera laporkan ke pihak Kepolisian terdekat. Sementara kepada napi diimbau agar segera menyerahkan diri, karena napi-napi yang kabur tersebut sudah dikantongi semua indentitasnya.

“Kalau tidak kooperatif, kami akan melakukan penangkapan dengan upaya paksa,” tegas Riski.

Komentar

Loading...