Satu Lagi Terpidana Korupsi Jalan Lingkar Lhokseumawe Dijebloskan ke Penjara

Satu Lagi Terpidana Korupsi Jalan Lingkar Lhokseumawe Dijebloskan ke Penjara
Terpidan Ridwan saat hendak dieksekusi ke LP Kelas II Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Kejaksaan Negeri (Kajari) Lhokseumawe kembali mengeksekusi satu dari tiga terpidana kasus korupsi Jalan Lingkar di Desa Hagu Teungoh, Loskala, senilai Rp 2 miliar yang bersumber dari APBA Tahun 2012 dengan kerugian negara mencapai Rp 268 juta lebih.

Baca: Kejari Jebloskan Mantan Kadis PU dan PPTK Lhokseumawe ke Penjara

Dia adalah Ridwan, Penjabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Jalan Lingkar di Desa Hagu Teungoh, Loskala. Ridwan dieksekusi setelah dirinya datang sendiri ke Kantor Kejari Lhokseumawe.

"Ridwan datang sendiri ke Kejari Lhokseumawe, sekira pukul 13.45 WIB, setelah menandatangani berita acara penetapan penahanan, sekira pukul 14.00 WIB, terpidana langsung kita eksekusi ke LP Kelas II A Lhokseumawe," kata Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Syaiful kepada wartawan.

Syaiful menambahkan, sesuai salinan surat perintah pengadilan dengan No. Print- 1647/N.1.13/Fu.3/11/2017, setelah Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh terpidana.

”Kemarin setelah menerima salinan putusan dari MA, dua terpidana atas nama T. Zahedi dan Huzaifah sudah kita eksekusi ke LP Kelas II A Lhokseumawe, tadi satu terpidana lagi atas nama Ridwan juga sudah kita eksekusi ke LP Lhokseumawe," ujarnya.

Sebelumnya, saat akan dieksekusi, Ridwan mengaku sedang berada di Banda Aceh.

Setelah Mahkamah Agung menolak kasasi, ketiga terpidana secara otomatis harus menjalani kembali keputusan Pengadilan Tipikor Aceh, dengan memvonis masing-masing 1,6 tahun kurungan penjara, denda 50 juta, ditambah subsider 2 bulan kurungan penjara.

data-ad-format="auto">

Komentar

Loading...