Unduh Aplikasi

KELOMPOK DAI ACEH WACANAKAN TES BACA ALQURAN CAPRES

Sahabat Prabowo-Sandi: Segelintir Orang Ingin Menyeret Pilpres ke Isu Bernuansa SARA

Sahabat Prabowo-Sandi: Segelintir Orang Ingin Menyeret Pilpres ke Isu Bernuansa SARA
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Munculnya wacana dari kelompok Ikatan Da’i Aceh terkait undangan untuk tes baca Alquran bagi para kandidat Calon wakil presiden dan Wakil presiden di Banda Aceh, dengan alasan untuk mengakhiri polemik ke-Islaman capres-cawapres ditanggapi beragam oleh beberapa kalangan di Aceh.

Sekretaris Relawan Sahabat Prabowo Sandi Aceh, Dedy T Zaymi, mengagap wacana itu sebagai upaya segelintir orang yang ingin menyeret-nyeret kontestasi pilpres ini ke isu-isu yang bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan)

Menurut Dedy, kelompok Ikatan Da’i Aceh ini sendiri tidak dikenal sebelumnya, namum tiba-tiba muncul dibeberapa media dan memasang spanduk-spanduk provokatif di beberapa sudut kota Banda Aceh. Hal ini sangat tidak relevan dan cenderung membuat membuat gaduh pesta demokrasi yang mau kita hadirkan secara damai ini.

“Isu wajib baca Alquran ini, secara nasional digulirkan oleh sekelompok masysrakat terutama kubu Jokowi - Ma’ruf Amin. Namun kami menilai, apa yang dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan Ikatan Da’i Aceh ini, malah menambah keruh polemik poilitik identitas di tengah masyarakat,” kata Dedy, Minggu (30/12).

Baca: Ikatan Dai Aceh Wacanakan Tes Uji Baca Alquran Capres

Menurutnya, masyarakat pemilih telah cerdas dan mampu melihat serta menganalisa secara utuh para calon wakil rakyat dan calon presiden dan wakil presiden pilihan mereka.

Katanya lagi, saat ini tidak ada rujukan regulasi untuk melegitimasi tes tersebut, jadi menurut hematnya, pimpinan kelompok ini, hanya ingin mencari sensasi di panggung politik, apalagi kemungkinan dari mereka ini, ada yang menjadi calon anggota legislatif di Pemuli 2019 yang akan datang.

“Kami bukan orang yang anti dengan test baca Alquran kepada calon pemimpin, tapi buat dulu aturanya, bukan memperpanjang isu dan polemik," tegas Dedy.

Dalam Undang-undang nomor 7 Tahun 2017, tentang Pemilu telah ditegaskan syarat terkait capres dan cawapres pada Pemilihan Presiden tahun 2019, dan tidak ada aturan mengatur tentang wajib baca Alqur’an kepada pasangan capres dan cawapres

“Sehingga upaya untuk mengundang capres-cawapres dalam menguji membaca Alquran ini, menjadi bahasan di luar koridor hukum di Indonesia, yang mengatur aturan sahabat seseorang menjadi capres dan cawapres. Untuk calon legislatif tinggkat DPD, DPR RI asal Aceh saja, tidak ada tes baca Alquran dan kelompok ini tidak mempersoalkannya, kemana suara mereka ini," ujarnya.

HUT RI 74 - Pemkab Aceh Jaya
Idul Adha - Bank Aceh
Ubudiyah PMB 2019

Komentar

Loading...